ARGO 24 JAM - Apakah mungkin sebuah korporasi dituntut mencetak laba global sekaligus menjaga harga energi tetap terjangkau hingga pelosok negeri?
Mengapa tugas BUMN Indonesia, menurut Nicke Widyawati, kerap disebut sebagai salah satu yang paling rumit di dunia?
Nicke Widyawati, menegaskan bahwa kompleksitas pengelolaan BUMN Indonesia bersumber dari peran ganda sebagai entitas bisnis sekaligus instrumen kebijakan negara.
Baca Juga: Kejagung Sita Dokumen Izin Tambang Konawe Utara, Kerugian Negara Masih Dihitung BPKP
Peran Ganda BUMN dalam Sistem Ekonomi Nasional Indonesia
Mantsn Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Widyawati menjelaskan bahwa BUMN tidak hanya dituntut mencetak keuntungan.
Tetapi juga menjalankan mandat negara melalui Public Service Obligation (PSO).
Sebagai contoh, Pertamina harus memastikan distribusi BBM Satu Harga ke wilayah terpencil meski biaya logistik jauh melampaui nilai keekonomian.
Baca Juga: Beban Bunga Utang Membengkak, Defisit Melebar: Risiko Fiskal Indonesia Disorot Pasar Global
Menurut Nicke, tantangan ini jarang dihadapi korporasi energi global yang sepenuhnya berorientasi pasar tanpa kewajiban sosial serupa.
Nicke menyampaikan hal itu dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1/2026), ketika menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
Kasus itu melibatkan terdakwa Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza, dan kawan-kawan.
Tekanan Global Membentuk Kompleksitas Operasional Korporasi Energi Nasional
Dalam berbagai forum resmi sebelumnya, Nicke menyebut adanya “triple shock” yang memperumit operasional Pertamina dalam beberapa tahun terakhir.
Tekanan tersebut meliputi penurunan permintaan saat pandemi, volatilitas harga minyak dunia, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Artikel Terkait
Tambang Poboya Sulawesi Tengah dalam Angka: 3 Pernyataan Resmi yang Saling Bertolak Belakang
Kewajiban Plasma 20 Persen Sawit Dinilai Ruwet, GAPKI Soroti Tafsir HGU dan Lahan Nonproduktif
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Statistik: Membaca Data Badan Pusat Stastistik 2019–2024
Sidak Coretax di Danantara, Purbaya Klaim Sistem Pajak Nasional Tetap Stabil Dalam Transisi Digital
992 Hektar IPPKH Jadi Sorotan, BRMS Bantah Tegas Isu Dokumen Ganda Gorontalo Minerals
Pelanggaran Izin Korporasi Nikel Pulau Gebe Terungkap dalam Temuan BPK dan DPRD Maluku Utara
Koordinasi Fiskal Moneter Diperkuat, Kemenkeu dan BI Rencanakan Pertukaran Jabatan
Warren Buffett Siapkan Distribusi 150 Miliar Dolar AS, Dana Amal Wajib Habis Dalam 10 Tahun
Target Investasi Rp 2.100 Triliun 2026, Pemerintah Andalkan EBT dan Data Center Nasional
Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tapi Pajak Minus 0,7 Persen: Ada Apa dengan Penerimaan Negara Saat Ini