AGRO 24 JAM - Bagaimana emas ilegal bernilai Rp25,8 triliun bisa masuk sistem ekonomi resmi?
Apakah industri emas nasional tanpa sadar menjadi pintu pencucian uang skala besar?
Jejak Ekonomi Gelap Tambang Emas Ilegal dalam Sistem Nasional
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap dugaan pencucian uang dari tambang emas ilegal mencapai Rp25,8 triliun berdasarkan analisis transaksi keuangan nasional.
Baca Juga: First Gold Pour Proyek Emas Pani Resmi Dimulai, Korporasi Tambang Masuki Era Produksi Baru Strategis
Kasus tersebut berawal dari temuan PPATK mengenai aktivitas transaksi mencurigakan dalam tata niaga emas selama periode 2019 hingga 2025.
Bareskrim Polri melalui Dittipideksus melakukan penggeledahan di Surabaya dan Nganjuk dengan menyita emas batangan, dokumen transaksi, serta bukti elektronik jaringan perdagangan.
Empat boks kontainer barang bukti diamankan dari lokasi penggeledahan, menandakan skala operasi perdagangan emas ilegal yang sangat besar.
Baca Juga: Mengapa Sertifikasi Halal Tidak Bisa Dinegosiasikan Meski Tekanan Dagang Global Terus Meningkat
Kapolri menegaskan penyidikan diarahkan membongkar struktur ekonomi jaringan, termasuk pemodal utama yang menikmati keuntungan terbesar dari aktivitas ilegal.
Rantai Distribusi Emas Ilegal, Dari Tambang Hingga Industri Pemurnian
Penyidik menemukan emas berasal dari pertambangan ilegal di Kalimantan Barat yang kemudian diproses dan dimurnikan sebelum masuk jalur perdagangan resmi.
Modus ini memungkinkan emas ilegal bercampur dengan emas legal sehingga sulit dibedakan dalam sistem distribusi industri logam mulia nasional.
Sebanyak 37 saksi telah diperiksa guna menelusuri hubungan antara penambang ilegal, pelaku usaha, hingga entitas perdagangan emas domestik.
Praktik pencucian uang berbasis komoditas dinilai semakin kompleks karena melibatkan rantai bisnis legal yang digunakan sebagai sarana penyamaran transaksi.
Artikel Terkait
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Beri Tarif Nol Persen Ekspor, Namun Risiko Defisit Perdagangan Mengemuka
Prabowo Respons Tarif Global Trump Pasca Putusan MA AS, Fokus Amankan Kesepakatan Tarif Nol Persen Ekspor
Tarif Global AS Berubah, Indonesia Negosiasi Agar Produk Ekspor Unggulan Tetap Bebas Tarif Impor
Kritik Menkeu Purbaya Soal Bank Syariah Picu Evaluasi Besar Struktur Biaya Industri Keuangan Modern
Walhi Kritik Perpanjangan Kontrak Freeport, Berisiko Perpanjang Krisis Lingkungan dan Sosial Berkelanjutan
Gen Z Dominasi Investor Saham, Pemerintah Dorong Reformasi BEI Agar Pasar Lebih Transparan dan Kredibel
Investasi Teknologi Uni Emirat Arab Bersama Elon Musk Buka Era Baru Transportasi AI dan Ekonomi Digital
2 Skema Masuk Tambang untuk Korporasi AS Dinilai Perkuat Posisi Mineral Kritis diPasar Global
Apa Dampak Kesepakatan Boeing Freeport dan Energi AS Terhadap Masa Depan Ekonomi Indonesia
Sertifikasi Halal Indonesia Picu Diskusi Tentang Keseimbangan Regulasi dan Perdagangan Bebas