AGRO 24 JAM - Apakah praktik manipulasi IPO masih menjadi ancaman serius bagi investor pasar modal Indonesia?
Mengapa otoritas sampai harus menggeledah kantor sekuritas di pusat finansial Jakarta demi membongkar dugaan pelanggaran pasar modal bernilai triliunan rupiah?
OJK dan Bareskrim Polri Perkuat Penyidikan Dugaan Manipulasi IPO Saham
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri melakukan penggeledahan kantor sekuritas PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) di Gedung Treasury Tower, District 8 SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian penyidikan dugaan manipulasi initial public offering (IPO), insider trading, serta transaksi semu yang diduga terjadi pada periode 2020 hingga 2022.
Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, menegaskan langkah tersebut bertujuan memperkuat alat bukti perkara pelanggaran pasar modal.
“Kami dari OJK bersama Bareskrim Polri melakukan penggeledahan dalam rangka penyidikan untuk melengkapi pembuktian,” ujar Daniel kepada media di kawasan SCBD.
Peran Beneficial Owner dan Mantan Direktur Investment Banking dalam Perkara
Perkara ini melibatkan ASS selaku beneficial owner PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dan MWK sebagai mantan Direktur Investment Banking PT MASI, serta menyeret korporasi PT MASI sebagai pihak terkait.
OJK telah menetapkan keduanya sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 104 juncto Pasal 90 subsidair Pasal 107 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Berkas perkara kedua tersangka telah dikirimkan kepada kejaksaan dan saat ini menunggu status lengkap atau P-21 sebelum proses hukum selanjutnya berjalan.
Baca Juga: Strategi Prabowo Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Energi dan Ketahanan Pangan
Menurut Daniel, modus pelanggaran mencakup insider trading, manipulasi IPO, dan praktik wash sale yang dinilai melanggar prinsip fairness transaksi pasar modal.
Pembekuan Saham Triliunan Rupiah dan Proses Pengamanan Barang Bukti
Sebagai bagian penegakan hukum, OJK membekukan sekitar dua miliar lembar saham dengan nilai estimasi Rp14,5 triliun berdasarkan harga saham sekitar Rp7.000 per lembar.
Artikel Terkait
Krisis Timur Tengah 2026 Memasuki Fase Baru Setelah Iran Klaim Serangan Langsung ke Israel
Prabowo Bahas Board of Peace Palestina dan Krisis Global Bersama Elite, Perkuat Diplomasi Indonesia
Dampak Konflik Global Terhadap Energi, Pemerintah Siapkan Skenario Antisipasi Penutupan Selat Hormuz
Harga Energi Naik Tajam, Pemerintah Hitung Ulang Dampak Subsidi BBM dan Daya Beli Masyarakat
OJK Geledah Kantor Korporasi Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi Saham BEBS dan Transaksi Tidak Wajar
Modernisasi Rudal ASMPA R dan M51 Perkuat Posisi Prancis Sebagai Kekuatan Militer Utama Kawasan Eropa
Blok Cepu Sumbang Sepertiga Produksi, Negosiasi Kontrak Baru Fokus Tingkatkan Penerimaan Negara
Indonesia Perkuat Persatuan Politik Saat Geopolitik Global Memanas Melalui Pertemuan Strategis Prabowo
Prabowo Perintahkan Cadangan BBM Nasional 3 Bulan, Pemerintah Siapkan Storage Energi di Sumatera
Kesepakatan ART Indonesia - AS Picu Perdebatan Soal Dampak Industri dan Kedaulatan Ekonomi