ARGO 24 JAM - Apakah target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang meningkat?
Mampukah Indonesia memanfaatkan energi hijau, data center, dan hilirisasi untuk menembus pertumbuhan ekonomi 8 persen?
Pemerintah Indonesia menargetkan realisasi investasi baru sebesar Rp 2.100 triliun pada tahun 2026 sebagai fondasi utama mengejar pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Baca Juga: 150 Miliar Dolar AS Untuk Amal: Cara Keluarga Buffett Mengelola Filantropi Raksasa
Target tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, dalam pemaparan agenda prioritas investasi nasional.
Rosan menyatakan pencapaian target itu akan ditopang perbaikan iklim investasi, penyederhanaan regulasi, serta penguatan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Menurutnya, pemerintah memfokuskan investasi pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.
Baca Juga: Thomas Djiwandono ke BI, Juda Agung ke Kemenkeu: Skema Rotasi Fiskal Moneter Tahun 2026
Energi Baru Terbarukan Jadi Magnet Modal Asing Global
Energi Baru Terbarukan menjadi sektor utama yang paling dilirik investor karena Indonesia memiliki potensi sekitar 3.700 gigawatt yang belum tergarap optimal.
Rosan Roeslani menegaskan panas bumi menjadi subsektor unggulan karena stabil, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan energi industri.
Ia mengungkapkan ketertarikan kuat investor Jepang terhadap proyek panas bumi di Sumatera, termasuk proyek senilai 900 juta Dolar AS di Aceh yang mulai dibangun tahun ini.
Baca Juga: Temuan DPRD dan BPK Buka Fakta Baru Tata Kelola Tambang Nikel Pulau Gebe Pada Tahap Produksi
Selain panas bumi, potensi energi surya dan tenaga air juga masuk dalam peta jalan investasi nasional.
Data Kementerian Investasi menunjukkan kontribusi sektor EBT terhadap total investasi terus meningkat seiring dorongan transisi energi.
Artikel Terkait
Rp972 Miliar di LHKPN Gubernur Sherly Tjoanda, Ini Komposisi Aset dan Penjelasan Resminya
Risiko Permintaan hingga Penjaminan: Inilah Penjelasan Agus Martowardojo soal Proyek Raksasa
5 Tersangka KPP Madya Jakut, 2 Direktorat Digeledah: KPK Ungkap Dugaan Suap Pajak ke Pusat DJP
Tambang Poboya Sulawesi Tengah dalam Angka: 3 Pernyataan Resmi yang Saling Bertolak Belakang
Kewajiban Plasma 20 Persen Sawit Dinilai Ruwet, GAPKI Soroti Tafsir HGU dan Lahan Nonproduktif
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Statistik: Membaca Data Badan Pusat Stastistik 2019–2024
Sidak Coretax di Danantara, Purbaya Klaim Sistem Pajak Nasional Tetap Stabil Dalam Transisi Digital
992 Hektar IPPKH Jadi Sorotan, BRMS Bantah Tegas Isu Dokumen Ganda Gorontalo Minerals
Pelanggaran Izin Korporasi Nikel Pulau Gebe Terungkap dalam Temuan BPK dan DPRD Maluku Utara
Koordinasi Fiskal Moneter Diperkuat, Kemenkeu dan BI Rencanakan Pertukaran Jabatan