• Sabtu, 18 April 2026

Target Investasi Rp 2.100 Triliun 2026, Pemerintah Andalkan EBT dan Data Center Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Selasa, 20 Januari 2026 | 17:20 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.   (Facebook.com @Rosan Roeslani)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. (Facebook.com @Rosan Roeslani)

ARGO 24 JAM - Apakah target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang meningkat?

Mampukah Indonesia memanfaatkan energi hijau, data center, dan hilirisasi untuk menembus pertumbuhan ekonomi 8 persen?

Pemerintah Indonesia menargetkan realisasi investasi baru sebesar Rp 2.100 triliun pada tahun 2026 sebagai fondasi utama mengejar pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Baca Juga: 150 Miliar Dolar AS Untuk Amal: Cara Keluarga Buffett Mengelola Filantropi Raksasa

Target tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, dalam pemaparan agenda prioritas investasi nasional.

Rosan menyatakan pencapaian target itu akan ditopang perbaikan iklim investasi, penyederhanaan regulasi, serta penguatan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

Menurutnya, pemerintah memfokuskan investasi pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.

Baca Juga: Thomas Djiwandono ke BI, Juda Agung ke Kemenkeu: Skema Rotasi Fiskal Moneter Tahun 2026

Energi Baru Terbarukan Jadi Magnet Modal Asing Global

Energi Baru Terbarukan menjadi sektor utama yang paling dilirik investor karena Indonesia memiliki potensi sekitar 3.700 gigawatt yang belum tergarap optimal.

Rosan Roeslani menegaskan panas bumi menjadi subsektor unggulan karena stabil, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan energi industri.

Ia mengungkapkan ketertarikan kuat investor Jepang terhadap proyek panas bumi di Sumatera, termasuk proyek senilai 900 juta Dolar AS di Aceh yang mulai dibangun tahun ini.

Baca Juga: Temuan DPRD dan BPK Buka Fakta Baru Tata Kelola Tambang Nikel Pulau Gebe Pada Tahap Produksi

Selain panas bumi, potensi energi surya dan tenaga air juga masuk dalam peta jalan investasi nasional.

Data Kementerian Investasi menunjukkan kontribusi sektor EBT terhadap total investasi terus meningkat seiring dorongan transisi energi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X