• Sabtu, 18 April 2026

FAO 2025: 43,5 Persen Penduduk RI Tak Mampu Beli Pangan Bergizi, Kebijakan Pangan Bermasalah

Photo Author
Tim HMN Media, Agro 24 Jam
- Rabu, 28 Januari 2026 | 11:45 WIB
ilustrasi makanan bergizi. Harga sayur dan protein hewani di pasar menjadi perhatian dalam laporan FAO 2025 tentang akses pangan bergizi. (dok. kreasi Dola Ai)
ilustrasi makanan bergizi. Harga sayur dan protein hewani di pasar menjadi perhatian dalam laporan FAO 2025 tentang akses pangan bergizi. (dok. kreasi Dola Ai)

Baca Juga: PTPN Catat 56.589 Hektar Lahan Tumpang Tindih Kawasan Hutan, Ini Dampaknya Bagi Aset Negara

Bank Dunia mencatat inflasi pangan memiliki korelasi kuat dengan peningkatan kemiskinan.

Indonesia dinilai rentan jika koreksi kebijakan tidak dilakukan, risiko sosial menjadi konsekuensi lanjutan.

Program Intervensi Negara Masih Bersifat Tambalan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai respons darurat negara, FAO menilai program ini penting namun tidak cukup. tanpa reformasi struktural, dampaknya terbatas.

Baca Juga: Pidato Prabowo di Davos: IMF Catat Ekonomi Indonesia Stabil, Inflasi di Bawah 2 Persen dan Defisit APBN Terkendali

FAO menekankan pentingnya integrasi kebijakan produksi, distribusi, dan perlindungan sosial.

Penggunaan pangan lokal menjadi syarat keberlanjutan fiskal, ketergantungan impor dinilai kontraproduktif.

Laporan FAO menyimpulkan bahwa koreksi kebijakan pangan bersifat mendesak.

Tanpa perubahan arah, pangan sehat akan tetap menjadi barang mewah, negara dinilai harus mengambil peran lebih tegas.****

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X