• Sabtu, 18 April 2026

Nilai Tukar Petani Meningkat, Bukti Dampak Kebijakan Harga Gabah Pemerintah Pada Ekonomi Sektor Pertanian

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Kamis, 9 April 2026 | 22:00 WIB
Mentan Amran sulaiman. Sortir gabah hasil panen memperlihatkan kualitas produksi yang semakin baik seiring dukungan kebijakan pertanian.  (Dok. Instagram @a.amran_sulaiman)
Mentan Amran sulaiman. Sortir gabah hasil panen memperlihatkan kualitas produksi yang semakin baik seiring dukungan kebijakan pertanian. (Dok. Instagram @a.amran_sulaiman)

ARGO 24 JAM - Apakah kenaikan harga gabah benar-benar mampu mengubah nasib petani Indonesia dalam waktu singkat?

Mungkinkah stok beras yang melimpah justru menjadi penanda babak baru ketahanan pangan nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan?

Kesejahteraan petani pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren positif setelah pemerintah menjaga harga gabah sekaligus memperkuat stok beras nasional hingga rekor tertinggi.

Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram sejak awal 2025 berhasil menjaga harga petani tetap stabil.

Harga gabah sepanjang 2025 tercatat tidak pernah turun di bawah HPP, dengan harga terendah Rp6.712 per kilogram pada April 2025 dan rata-rata Rp7.081 per kilogram.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan harga menjadi instrumen penting menjaga keseimbangan antara produksi pangan dan kesejahteraan petani nasional.

Baca Juga: Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperkuat, Ini Strategi Polri Cegah Kebocoran Subsidi Energi Nasional I

“HPP dijaga. Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah itu Rp6.500 per kilogram. Kesejahteraan petani peningkatannya tertinggi sejak Indonesia merdeka,” ujar Andi Amran Sulaiman, Rabu (08/04/2026).

Kebijakan Harga Gabah Pemerintah Jadi Fondasi Stabilitas Pendapatan Petani Nasional

Kebijakan HPP memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga risiko kerugian akibat fluktuasi harga panen dapat ditekan secara signifikan sepanjang 2025.

BPS mencatat stabilitas harga ini mendorong peningkatan pendapatan petani karena harga jual komoditas utama relatif lebih tinggi dibanding biaya produksi.

Baca Juga: Iran Beri Izin Negara Mitra Lewati Selat Hormuz, Pasar Minyak Global Mulai Tunjukkan Sinyal Stabilitas Baru

Kondisi ini juga memperkuat optimisme sektor pertanian sebagai penopang ekonomi riil terutama bagi masyarakat usia produktif di wilayah agraris.

Nilai Tukar Petani Menguat Jadi Indikator Peningkatan Daya Beli

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya menurut data resmi BPS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X