• Sabtu, 18 April 2026

Target Investasi Rp 2.100 Triliun 2026, Pemerintah Andalkan EBT dan Data Center Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Selasa, 20 Januari 2026 | 17:20 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.   (Facebook.com @Rosan Roeslani)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. (Facebook.com @Rosan Roeslani)

Pemerintah menilai pengembangan EBT penting untuk menekan ketergantungan energi fosil dan menarik pembiayaan hijau global.

Baca Juga: Kontrak Karya Dipersempit, Tambang Gorontalo Minerals Masih Terjerat Polemik Hukum Berkepanjangan

Lonjakan Minat Data Center Dorong Infrastruktur Digital Nasional

Selain energi hijau, pemerintah mencatat peningkatan signifikan minat investasi pada sektor infrastruktur digital dan pusat data.

Rosan menyebut Indonesia kini intens berkomunikasi dengan korporasi hyperscaler global yang sebelumnya berinvestasi di Johor dan Thailand.

Menurutnya, kebutuhan data center meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi kecerdasan buatan.

Baca Juga: BPS Catat Paradoks Pemulihan Ekonomi, Kelas Atas Bertambah Saat Mayoritas Tertekan

Pemerintah berupaya menyediakan kepastian regulasi, pasokan listrik, serta konektivitas yang kompetitif.

Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan bernilai lebih dari 200 miliar Dolar AS pada 2030.

Proyeksi tersebut memperkuat daya tarik investasi infrastruktur digital jangka panjang.

Baca Juga: Indikasi Emas Ditemukan di IUP 5.569 Hektar PT Kapuas Prima Coal, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

Hilirisasi Industri Perkuat Nilai Tambah Sumber Daya Nasional

Hilirisasi industri tetap menjadi kebijakan kunci pemerintah untuk mendorong nilai tambah sumber daya alam domestik.

Rosan menegaskan Indonesia tidak lagi berorientasi mengekspor bahan mentah tanpa pengolahan.

Ia menyebut hilirisasi mineral, energi, dan sektor strategis lainnya membuka peluang investasi manufaktur skala besar.

Baca Juga: Kompensasi Tambang Kabupaten Bogor Berlanjut, Pemprov Jawa Barat Siapkan Skema 3 Bulan

Kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus disiapkan sebagai pusat produksi terintegrasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X