• Sabtu, 18 April 2026

Fakta Pengadaan Motor Listrik BGN untuk Program MBG Terungkap, Ini Penjelasan Resmi Kepala Badan Gizi Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Rabu, 8 April 2026 | 22:00 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana. Motor listrik operasional Badan Gizi Nasional disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah Indonesia.  (Facebook.com @Badan Gizi Nasional Republik Indonesia)
Kepala BGN Dadan Hindayana. Motor listrik operasional Badan Gizi Nasional disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah Indonesia. (Facebook.com @Badan Gizi Nasional Republik Indonesia)

ARGO 24 JAM - Benarkah pemerintah membeli puluhan ribu motor listrik di tengah efisiensi anggaran?

Mengapa kendaraan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru memicu polemik publik di media sosial?

Klarifikasi Resmi BGN Soal Jumlah Motor Listrik yang Beredar

Video motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang viral memicu spekulasi publik mengenai pengadaan kendaraan operasional Program Makan Bergizi Gratis (BGN) tahun anggaran 2025.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Diuji Tekanan Global, Menteng Kleb Usulkan Penguatan Transparansi dan Produktivitas Anggaran

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan informasi pengadaan 70.000 unit motor listrik yang beredar di media sosial adalah tidak benar.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar, realisasi motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit tahun 2025," kata Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati menerima informasi yang belum terverifikasi agar tidak terjebak disinformasi terkait program strategis pemerintah.

Baca Juga: Harga Gabah Petani Menguat Saat Stok Beras Naik, Sinyal Positif Ekonomi Pertanian Tahun 2026 Ini

Fungsi Kendaraan untuk Mendukung Operasional Program Makan Bergizi Gratis Nasional

Dadan menjelaskan pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan operasional untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.

Motor tersebut diproyeksikan menjadi kendaraan operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan distribusi dan pengawasan program berjalan efektif.

"Pengadaan motor ini masuk anggaran 2025 untuk mendukung operasional Kepala SPPG dalam menjalankan tugas pelayanan pemenuhan gizi," ujar Dadan.

Baca Juga: Peran TNI dalam Misi Perdamaian Dunia Jadi Sorotan Usai Gugurnya Tiga Prajurit Terbaik Indonesia dii Lebanon

Program MBG diketahui menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi terukur.

Proses Administrasi BMN Jadi Tahapan Sebelum Motor Didistribusikan Resmi

BGN memastikan kendaraan yang telah direalisasikan belum didistribusikan karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X