bisnis

Distribusi Logistik Desa Dinilai Lebih Efektif Jika Gunakan Kendaraan Produksi Dalam Negeri Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:35 WIB
Mobil impor Mahindra dari India. Program logistik Koperasi Desa yang dirancang memperkuat distribusi bahan pokok mendapat masukan dari Ombudsman RI agar lebih tepat sasaran. (Dok. mahindra.id)

Selain memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, produk lokal juga memiliki jaringan layanan purnajual yang lebih luas.

Distribusi Armada Logistik Desa Perlu Fokus Pada Wilayah Tertinggal

Ombudsman menilai keberhasilan program logistik desa juga sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran distribusi armada.

Baca Juga: Harga Minyak Menuju 100 Dolar AS, Ekonom Sarankan Deregulasi Ekonomi Dan Penguatan Energi Nasional

Berdasarkan data Indeks Desa Membangun, terdapat 11.524 desa yang masuk kategori Tertinggal dan Sangat Tertinggal.

Wilayah tersebut tersebar di berbagai daerah, termasuk sekitar 3.800 desa di Papua dan 2.200 desa di Sumatera.

Selain itu terdapat 1.600 desa di Kalimantan, 1.400 desa di Sulawesi, serta 1.200 desa di Nusa Tenggara.

Baca Juga: Kasus Migor 2022 Berlanjut, Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika

Yeka menilai armada logistik sebaiknya difokuskan pada wilayah tersebut agar intervensi pemerintah lebih efektif.

"Dengan kombinasi dukungan armada fisik buatan lokal untuk daerah tertinggal dan optimasi digital untuk daerah maju, kedaulatan pangan dapat terwujud efisien," kata Yeka Hendra Fatika.****

Halaman:

Tags

Terkini