AGRO 24 JAM - Apakah Indonesia benar-benar akan keluar dari Board of Peace Gaza jika forum itu dianggap gagal membela Palestina?
Dan jika ancaman itu benar terjadi, akankah langkah Presiden Prabowo Subianto memicu perubahan sikap negara-negara dunia Islam terhadap konflik Timur Tengah?
Sorotan media internasional terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto semakin intens setelah ia menyatakan kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) Gaza jika forum tersebut tidak memberi manfaat nyata bagi kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Status Siaga 1 TNI Resmi Berlaku, Pengamanan Bandara Pelabuhan Dan Objek Vital Nasional Diperketat
Ancaman tersebut mencuat di tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional.
Beberapa media asing melaporkan bahwa sikap Indonesia dinilai penting karena posisinya sebagai negara muslim terbesar di dunia dan kekuatan menengah yang berpengaruh di forum global.
Sikap Tegas Prabowo Subianto Soroti Masa Depan Board Of Peace Gaza
Media internasional mulai menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bergantung pada hasil nyata bagi Palestina.
Baca Juga: Indonesia Soroti Proposal Perdamaian Gaza Board of Peace, Ini Isi Penting Dua Puluh Poin Rencana
Media Israel, The Times of Israel, menulis laporan berjudul “Indonesian president says he'll bolt Board of Peace if it doesn't help Palestinians” yang menyoroti ancaman Indonesia untuk keluar dari forum tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menilai forum yang sebelumnya diprakarsai oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu harus menunjukkan kontribusi konkret terhadap upaya perdamaian Palestina.
Tekanan Domestik Indonesia Meningkat Seiring Konflik Iran Israel Memanas
Sejumlah media internasional juga menyoroti tekanan politik domestik yang dihadapi pemerintah Indonesia terkait keberlanjutan keanggotaan dalam Board of Peace.
Baca Juga: Tumpang Pitu Antara Potensi Emas Besar dan Kekhawatiran Warga Soal Dampak Lingkungan Pesisir Selatan
Media AsiaNews melaporkan bahwa berbagai kelompok dalam negeri, termasuk Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah anggota parlemen, mendesak pemerintah untuk meninggalkan forum tersebut.
Tekanan tersebut meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dianggap menunjukkan kegagalan forum internasional dalam mencegah eskalasi konflik.
Artikel Terkait
Mengapa Richard Lee Ditahan Polisi dalam Kasus Skincare, Ini Fakta Penyidikan Polda Metro Jaya
Kebijakan Likuiditas Rp100 Triliun Jadi Strategi Jaga Stabilitas Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Purbaya Ingatkan Batas Defisit APBN Saat Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dibahas Implementasinya
Jusuf Kalla Sebut MBG, Alutsista, dan Koperasi Penting, Namun Pemerintah Tetap Harus Tentukan Prioritas
Mentan Amran Ungkap Cadangan Beras Cukup 324 Hari Meski Ancaman Kekeringan dan Geopolitik Global
Stok Beras Aman Hampir Setahun, Pemerintah Jalankan Pompanisasi Lahan Pertanian Jutaan Hektare
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Indonesia Aman Hadapi Krisis Global di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia
Mirae Asset Klarifikasi Angka Rp14,5 Triliun Usai Penggeledahan OJK dan BareskrimTerkait Dugaan Manipulasi
Mengapa 218 Jembatan Desa Jadi Sorotan Setelah Prabowo Resmikan Infrastruktur Pedesaan Dibangun TNI
Selat Hormuz Terancam Tertutup, Ekonom Peringatkan Dampak Lonjakan Harga Minyak Terhadap APBN