AGRO 24 JAM - Apakah penggabungan 15 BUMN logistik akan benar-benar menurunkan biaya distribusi nasional yang selama ini membebani harga barang?
Mampukah langkah restrukturisasi besar ini menjawab tantangan efisiensi dan daya saing logistik Indonesia di tengah kompetisi regional?
Transformasi BUMN Logistik Nasional Untuk Efisiensi Rantai Pasok Indonesia
Badan Pengelola BUMN mempercepat konsolidasi 15 BUMN sektor logistik menjadi satu korporasi nasional sebagai bagian strategi meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis logistik nasional.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan proses konsolidasi telah berjalan dan ditargetkan selesai dalam satu bulan sebelum pengumuman resmi pembentukan korporasi logistik nasional.
Dony Oskaria menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola BUMN menyatakan konsolidasi bertujuan mempercepat transformasi bisnis dan memperbesar manfaat layanan logistik bagi masyarakat Indonesia.
"Kita akan mengonsolidasikan 15 BUMN logistik dan dalam satu bulan akan selesai menjadi satu perusahaan logistik nasional," kata Dony Oskaria, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Kasus Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Ini Modus Baru Penyalahgunaan Energi yang Rugikan Anggaran
PT Pos Indonesia Disiapkan Jadi Perusahaan Jangkar Ekosistem Logistik Nasional
Dalam rencana restrukturisasi tersebut, PT Pos Indonesia diproyeksikan menjadi perusahaan induk yang mengoordinasikan berbagai anak usaha BUMN dalam ekosistem logistik nasional.
Sejumlah entitas yang akan berada dalam ekosistem tersebut antara lain PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik, dan PT KAI Logistik.
Langkah pembentukan holding logistik ini diharapkan menciptakan integrasi layanan distribusi dari hulu hingga hilir sehingga operasional menjadi lebih efektif dan efisien.
Dony Oskaria menegaskan integrasi bisnis menjadi kunci memperkuat kapasitas BUMN agar mampu bersaing dengan korporasi logistik global yang semakin kompetitif.
Restrukturisasi BUMN Jadi Agenda Strategis Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Global
Konsolidasi BUMN logistik merupakan bagian program restrukturisasi yang ditargetkan pemerintah selesai pada tahun 2026 sebagai bagian reformasi tata kelola korporasi negara.
Artikel Terkait
Misi Perdamaian Berujung Duka, Indonesia Minta PBB Perkuat Sistem Keamanan Pasukan UNIFIL di Kawasan Konflik
Investor Wajib Tahu Dampak Konflik Selat Hormuz Terhadap Emas, Saham, Energi, dan Sektor Teknologi Global
Mengapa Stok Beras Indonesia Disebut Teraman 2026, Ini Data Serapan dan Inflasi Pangan Terbaru
Stok Beras Nasional Tembus Rekor 2026, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Lebih Siap Hadapi Kemarau
Belanja Negara Dipercepat, Pemerintah Jaga Defisit APBN Sambil Optimalkan Kenaikan Penerimaan Pajak
Penertiban Sawit Ilegal di Hutan Sumut Dimulai, Targetkan Pemulihan Ekosistem Mangrove Pesisir
Operasi Satgas PKH Bersihkan Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi Mangrove, Libatkan Masyarakat Sekitar Hutan
Kebijakan Fiskal Diuji Tekanan Global, Menteng Kleb Usulkan Penguatan Transparansi dan Produktivitas Anggaran
Utang Luar Negeri Tumbuh Lebih Cepat dari Devisa, Bagaimana Nasib Stabilitas Rupiah Selanjutnya
BGN Klarifikasi Hoaks 70.000 Motor Listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis, Ini Fakta Sebenarnya Data Resmi