Fondasi Daya Saing Nasional Menjadi Penentu Ketahanan Ekonomi Indonesia
Fakhrul Fulvian menekankan bahwa perjanjian perdagangan hanyalah instrumen taktis sementara daya saing struktural tetap menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi nasional.
Ia menyebut lima agenda penting, yakni diversifikasi pasar, peningkatan industri bernilai tambah, penguatan trade defense, kedaulatan regulasi domestik, serta strategi perdagangan adaptif.
Menurutnya, negara yang bergantung pada respons jangka pendek berisiko tertinggal ketika dinamika hukum perdagangan global berubah secara cepat.
Konsistensi Arah Pembangunan Nasional Menjadi Modal Strategis Menghadapi Era Baru
Fakhrul menilai kebijakan kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi industri yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto selaras dengan kebutuhan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan domestik memungkinkan Indonesia tetap stabil ketika pasar global mengalami pembalikan kebijakan secara mendadak.
Menurut Fakhrul, kekuatan utama negara bukan pada agresivitas kebijakan, melainkan pada konsistensi arah pembangunan yang menjaga kepercayaan internasional.
Ia menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa perdagangan bukan sekadar tarif, melainkan refleksi arah pembangunan nasional dalam dunia yang semakin tidak pasti.****