AGRO 24 JAM - Apakah impor ratusan ribu mobil operasional desa benar-benar kebutuhan mendesak bagi Indonesia saat ini?
Apakah keputusan menunda impor justru menjadi momentum memperkuat industri otomotif nasional sekaligus menjaga kemandirian ekonomi domestik?
Rencana Impor Pikap Kopdes Picu Perdebatan Industri Otomotif Nasional
Rencana impor 105.000 kendaraan operasional untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memicu diskusi kebijakan industri, ekonomi nasional, serta keberpihakan pemerintah terhadap produksi dalam negeri.
Baca Juga: Stimulus Likuiditas Berlanjut, Penempatan Dana Rp200 Triliun untuk Dorong Kredit Tumbuh Double Digit
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan pihaknya siap mengikuti arahan negara terkait penundaan impor kendaraan dari India.
“Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut, pokoknya kami taat dan loyal kepada negara serta rakyat,” ujar Joao di Jakarta, Senin (23/02/2026).
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor karena Presiden Prabowo Subianto masih melakukan kunjungan kerja luar negeri.
Dasco menilai keputusan strategis tersebut perlu dibahas langsung oleh Presiden dengan mempertimbangkan kesiapan industri otomotif nasional.
Pemerintah Dorong Kemandirian Produksi Kendaraan Operasional Dalam Negeri
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia telah memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap yang memadai dan kompetitif secara industri.
Menurut Menperin, pengadaan 70.000 unit pikap melalui produksi nasional berpotensi menciptakan dampak ekonomi ke belakang hingga Rp27 triliun.
Baca Juga: Kasus Penyelundupan Timah Bangka Selatan Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Ekspor Ilegal
Dampak tersebut meliputi penguatan rantai pasok industri komponen, penyerapan tenaga kerja manufaktur, serta peningkatan aktivitas industri pendukung otomotif nasional.
Pernyataan tersebut memperkuat posisi pemerintah dalam mendorong substitusi impor dan memperbesar kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Program Kopdes Merah Putih Gunakan Pikap Impor, Strategi Distribusi Baru Atau Risiko Industri Nasional
Proyek Emas Pani Resmi Produksi, Korporasi Tambang Perkuat Posisi Strategis Rantai Pasok Emas Dunia
Polri Kejar Otak Kejahatan Tambang Emas Ilegal, DPR Dukung Pengusutan Kerugian Negara dan Lingkungan
Masuknya ANTAM ke Tambang Rakyat Dinilai Strategis, KPK Tekankan Mitigasi Risiko Hukum dan Akuntabilitas
Pajak Melonjak 30 Persen Awal 2026, Optimistis APBN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Tahun Ini
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa, Investor Soroti Dampak Terhadap Industri Ritel Modern
Bukan Pelit, Ini Alasan Ekonomi Mengapa Para Miliarder Dunia Memilih Hidup Minimalis dan Fokus Investasi
Terungkap Modus Ship To Ship dalam Kasus Penyelundupan Timah Ilegal dari Bangka Selatan ke Malaysia
Impor 105 Ribu Pick Up India, Akademisi Ingatkan Ancaman Deindustrialisasi Industri Otomotif Nasional
Keputusan Pemerintah Perpanjang Dana Likuiditas Bank BUMN Dinilai Penting untuk Stabilkan Ekonomi