ARGO 24 JAM - Apakah perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat benar-benar menguntungkan kedua negara atau hanya memperluas kepentingan ekonomi Washington?
Mengapa kesepakatan bernilai puluhan miliar Dolar AS ini langsung memicu perubahan kebijakan tarif global dan perhatian pelaku industri dunia?
Kesepakatan Dagang Indonesia Amerika Serikat Jadi Sorotan Ekonomi Global Strategis
Amerika Serikat menyebut perjanjian perdagangan dengan Indonesia yang diteken Rabu (19/02/2026) di Washington DC sebagai kesepakatan bersejarah yang memperluas peluang ekspor industrinya.
Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) menyatakan kesepakatan tersebut mengunci komitmen investasi Indonesia senilai sekitar 33 miliar Dolar AS.
Nilai tersebut meliputi pembelian energi sebesar 15 miliar Dolar AS, sektor kedirgantaraan 13,5 miliar Dolar AS, serta produk pertanian sekitar 4,5 miliar Dolar AS.
USTR menilai perjanjian ini membuka akses eksportir Amerika ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa.
Baca Juga: Jet Tempur F16 Sambut Prabowo di Amman, Apa Makna Diplomasi Indonesia dengan Kerajaan Yordania
Pemerintah Amerika Serikat menyebut penghapusan hambatan tarif terhadap lebih dari 99 persen produk Amerika menjadi tonggak baru hubungan ekonomi bilateral.
Beberapa jam setelah kesepakatan ditandatangani, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump yang kemudian diganti kebijakan tarif global baru sebesar 15 persen.
Langkah tersebut menunjukkan dinamika kebijakan perdagangan global yang masih sangat dipengaruhi faktor domestik Amerika Serikat.
Industri Pertanian dan Energi Amerika Serikat Melihat Peluang Ekspansi Baru
Presiden dan CEO Federasi Produsen Susu Nasional Amerika Serikat, Gregg Doud, menyatakan akses pasar Indonesia akan meningkatkan permintaan produk susu Amerika secara signifikan.
Ia menilai kerja diplomasi perdagangan yang dipimpin Duta Besar Katherine Tai Greer bersama tim USTR memberikan kepastian ekspor jangka panjang.
Artikel Terkait
Proyek Emas Pani Resmi Produksi, Korporasi Tambang Perkuat Posisi Strategis Rantai Pasok Emas Dunia
Polri Kejar Otak Kejahatan Tambang Emas Ilegal, DPR Dukung Pengusutan Kerugian Negara dan Lingkungan
Masuknya ANTAM ke Tambang Rakyat Dinilai Strategis, KPK Tekankan Mitigasi Risiko Hukum dan Akuntabilitas
Pajak Melonjak 30 Persen Awal 2026, Optimistis APBN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Tahun Ini
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa, Investor Soroti Dampak Terhadap Industri Ritel Modern
Bukan Pelit, Ini Alasan Ekonomi Mengapa Para Miliarder Dunia Memilih Hidup Minimalis dan Fokus Investasi
Terungkap Modus Ship To Ship dalam Kasus Penyelundupan Timah Ilegal dari Bangka Selatan ke Malaysia
Impor 105 Ribu Pick Up India, Akademisi Ingatkan Ancaman Deindustrialisasi Industri Otomotif Nasional
Keputusan Pemerintah Perpanjang Dana Likuiditas Bank BUMN Dinilai Penting untuk Stabilkan Ekonomi
Agrinas Taat Arahan Negara Terkait Impor Pikap Kopdes, Keputusan Final Menunggu Evaluasi Pemerintah