• Sabtu, 18 April 2026

Perdagangan Indonesia - AS2026 Dinilai Strategis di Tengah Kompetisi Ekonomi Global Kawasan Indo Pasifik

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Kamis, 26 Februari 2026 | 12:35 WIB
Prabowo Subianto dan Donald Trump. Momen penandatanganan kesepakatan perdagangan Indonesia Amerika Serikat yang disebut bersejarah oleh USTR dan pelaku industri Amerika.   (Facebook.com @Prabowo Subianto)
Prabowo Subianto dan Donald Trump. Momen penandatanganan kesepakatan perdagangan Indonesia Amerika Serikat yang disebut bersejarah oleh USTR dan pelaku industri Amerika. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

ARGO 24 JAM  - Apakah perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat benar-benar menguntungkan kedua negara atau hanya memperluas kepentingan ekonomi Washington?

Mengapa kesepakatan bernilai puluhan miliar Dolar AS ini langsung memicu perubahan kebijakan tarif global dan perhatian pelaku industri dunia?

Kesepakatan Dagang Indonesia Amerika Serikat Jadi Sorotan Ekonomi Global Strategis

Amerika Serikat menyebut perjanjian perdagangan dengan Indonesia yang diteken Rabu (19/02/2026) di Washington DC sebagai kesepakatan bersejarah yang memperluas peluang ekspor industrinya.

Baca Juga: Mengenal Ormat Technologies. Sejarah Afiliasi Israel dan Struktur Kepemilikan Global dalam Bisnis Energi

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) menyatakan kesepakatan tersebut mengunci komitmen investasi Indonesia senilai sekitar 33 miliar Dolar AS.

Nilai tersebut meliputi pembelian energi sebesar 15 miliar Dolar AS, sektor kedirgantaraan 13,5 miliar Dolar AS, serta produk pertanian sekitar 4,5 miliar Dolar AS.

USTR menilai perjanjian ini membuka akses eksportir Amerika ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa.

Baca Juga: Jet Tempur F16 Sambut Prabowo di Amman, Apa Makna Diplomasi Indonesia dengan Kerajaan Yordania

Pemerintah Amerika Serikat menyebut penghapusan hambatan tarif terhadap lebih dari 99 persen produk Amerika menjadi tonggak baru hubungan ekonomi bilateral.

Beberapa jam setelah kesepakatan ditandatangani, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump yang kemudian diganti kebijakan tarif global baru sebesar 15 persen.

Langkah tersebut menunjukkan dinamika kebijakan perdagangan global yang masih sangat dipengaruhi faktor domestik Amerika Serikat.

Baca Juga: Polemik PHK Mie Sedaap Gresik Jelang Lebaran Ungkap Kerentanan Pekerja Outsourcing Industri Manufaktur

Industri Pertanian dan Energi Amerika Serikat Melihat Peluang Ekspansi Baru

Presiden dan CEO Federasi Produsen Susu Nasional Amerika Serikat, Gregg Doud, menyatakan akses pasar Indonesia akan meningkatkan permintaan produk susu Amerika secara signifikan.

Ia menilai kerja diplomasi perdagangan yang dipimpin Duta Besar Katherine Tai Greer bersama tim USTR memberikan kepastian ekspor jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X