• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia di Tengah Fragmentasi Perdagangan Global, Strategi Kemandirian Jadi Penentu Stabilitas Ekonomi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Jumat, 27 Februari 2026 | 19:00 WIB
Hilirisasi industri dan kemandirian energi menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat stabilitas ekonomi nasional menghadapi tekanan global. (Dok. presidenri.go.id)
Hilirisasi industri dan kemandirian energi menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat stabilitas ekonomi nasional menghadapi tekanan global. (Dok. presidenri.go.id)

Fondasi Daya Saing Nasional Menjadi Penentu Ketahanan Ekonomi Indonesia

Fakhrul Fulvian menekankan bahwa perjanjian perdagangan hanyalah instrumen taktis sementara daya saing struktural tetap menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga: Prabowo Saksikan Kerja Sama Chip Indonesia dan Arm Limited, Langkah Menuju Kedaulatan Teknologi Digital

Ia menyebut lima agenda penting, yakni diversifikasi pasar, peningkatan industri bernilai tambah, penguatan trade defense, kedaulatan regulasi domestik, serta strategi perdagangan adaptif.

Menurutnya, negara yang bergantung pada respons jangka pendek berisiko tertinggal ketika dinamika hukum perdagangan global berubah secara cepat.

Konsistensi Arah Pembangunan Nasional Menjadi Modal Strategis Menghadapi Era Baru

Fakhrul menilai kebijakan kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi industri yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto selaras dengan kebutuhan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: Agrinas Datangkan Puluhan Ribu Pikap India untuk Distribusi Desa, Antara Logistik dan Kritik Industri

Ia menjelaskan bahwa ketahanan domestik memungkinkan Indonesia tetap stabil ketika pasar global mengalami pembalikan kebijakan secara mendadak.

Menurut Fakhrul, kekuatan utama negara bukan pada agresivitas kebijakan, melainkan pada konsistensi arah pembangunan yang menjaga kepercayaan internasional.

Ia menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa perdagangan bukan sekadar tarif, melainkan refleksi arah pembangunan nasional dalam dunia yang semakin tidak pasti.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X