• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Respons Tarif Global Trump Pasca Putusan MA AS, Fokus Amankan Kesepakatan Tarif Nol Persen Ekspor

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Minggu, 22 Februari 2026 | 10:40 WIB
Indonesia mempertahankan akses ekspor strategis seperti kopi dan kakao melalui negosiasi tarif nol persen di tengah dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat. (Dok. presidenri.go.id)
Indonesia mempertahankan akses ekspor strategis seperti kopi dan kakao melalui negosiasi tarif nol persen di tengah dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat. (Dok. presidenri.go.id)

AGRO 24 JAM - Apakah kebijakan tarif baru Amerika Serikat justru membuka peluang ekonomi bagi Indonesia?

Mungkinkah strategi diplomasi perdagangan Presiden Prabowo menjadi faktor penentu daya tahan ekspor nasional di tengah ketidakpastian global?

Tarif Global Baru Amerika Serikat dan Respons Cepat Pemerintah Indonesia

Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kebijakan tarif Presiden Donald Trump menjadi sorotan dunia karena berpengaruh langsung pada arus perdagangan internasional.

Baca Juga: Tarif Perdagangan Indonesia - AS Berubah, Momentum Untuk Renegosiasi Kepentingan Ekonomi Nasional

Namun dinamika belum berakhir karena Presiden Donald Trump kembali menetapkan tarif impor global sebesar 10 persen yang memicu respons cepat berbagai negara mitra dagang.

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menghormati proses politik Amerika Serikat sekaligus memastikan kesiapan nasional menghadapi segala kemungkinan ekonomi.

“Kita siap menghadapi semua kemungkinan dan kita lihat perkembangan politik dalam negeri Amerika Serikat,” ujar Prabowo Subianto, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga: Pemerintah Fokus Reformasi Pasar Modal untuk Dorong Investasi Asing dan Kepercayaan Investor Global

Penilaian Pemerintah Tarif Sepuluh Persen Masih dalam Batas Aman

Prabowo menilai kebijakan tarif 10 persen tersebut tidak sepenuhnya merugikan Indonesia karena masih berada pada level yang dapat dikelola oleh pelaku ekspor nasional.

Pernyataan itu mencerminkan pendekatan realistis pemerintah dalam membaca perubahan kebijakan perdagangan global yang semakin dinamis pascapandemi dan konflik ekonomi antarnegara besar.

Pemerintah menilai ketahanan ekspor Indonesia saat ini lebih kuat dibanding periode sebelumnya berkat peningkatan hilirisasi industri serta diversifikasi pasar ekspor nontradisional.

Baca Juga: Prabowo Dorong Transformasi Digital, Infrastruktur, dan Energi Terbarukan dengan 12 Korporasi Global

Strategi tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berkembang yang aktif beradaptasi terhadap perubahan kebijakan ekonomi global.

Upaya Mempertahankan Tarif Nol Persen untuk Produk Unggulan Ekspor Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tetap berupaya mempertahankan fasilitas tarif 0 persen yang telah disepakati sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X