• Sabtu, 18 April 2026

Obligasi Dolar AS Indonesia Raih BBB dari Fitch, Ini Faktor ESG dan Risiko Penurunan Peringkat

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Selasa, 13 Januari 2026 | 23:00 WIB
Peringkat BBB Fitch mencerminkan konsistensi makroekonomi Indonesia di tengah risiko global. (www.fitchratings.com)
Peringkat BBB Fitch mencerminkan konsistensi makroekonomi Indonesia di tengah risiko global. (www.fitchratings.com)

ARGO 24 JAM - Apakah peringkat BBB dari Fitch cukup kuat menjaga kepercayaan investor global di tengah gejolak pasar keuangan internasional?

Seberapa besar konsistensi kebijakan fiskal dan tata kelola Indonesia mampu menopang obligasi berdenominasi Dolar AS tahun 2026?

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menetapkan peringkat BBB dengan prospek stabil untuk obligasi Pemerintah Indonesia berdenominasi Dolar AS yang direncanakan terbit pada 2026.

Baca Juga: Surplus Solar Nasional Sebesar 4 Juta Kiloliter, Kilang Balikpapan Persempit Ruang Importir BBM

Peringkat tersebut ditegaskan Fitch sejalan dengan Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating (IDR) Indonesia yang telah dikonfirmasi sejak Maret 2025.

Dalam keterangan resmi yang dirilis dari Hong Kong, Fitch menyatakan penilaian tersebut mencerminkan profil kredit Indonesia yang stabil serta konsistensi kebijakan makroekonomi dan fiskal pemerintah.

Fitch Menilai Konsistensi Kebijakan Fiskal dan Stabilitas Makro Indonesia

Fitch menilai stabilitas kebijakan fiskal Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global dan normalisasi kebijakan moneter negara maju.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Tak Inklusif: Sektor Padat Modal Dominasi, Tenaga Kerja Tersisih

Menurut Fitch, pemerintah Indonesia mampu menjaga defisit fiskal dalam batas yang terkendali serta mempertahankan kredibilitas kebijakan anggaran.

Pendekatan kehati-hatian fiskal dinilai menjadi faktor utama yang menopang kelayakan kredit obligasi berdenominasi Dolar AS.

Aspek Tata Kelola Menjadi Faktor Penentu Peringkat Kredit Indonesia

Fitch memberikan ESG Relevance Score 5 untuk indikator stabilitas politik, supremasi hukum, kualitas kelembagaan, dan pengendalian korupsi.

Baca Juga: Jutaan Hektare Ditertibkan, Presiden Prabowo Kirim Sinyal Keras: Untik Tegakan Hukum Tanpa Intervensi

Skor tersebut mencerminkan bobot tinggi World Bank Governance Indicators dalam metodologi pemeringkatan kedaulatan Fitch.

Indonesia tercatat berada pada persentil ke-44 WBGI, menunjukkan transisi politik relatif damai dengan kapasitas institusional yang dinilai memadai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X