FINANCE 24 JAM - Mengapa Presiden memilih memimpin rapat strategis di hari libur dari Hambalang?
Apa makna konsistensi pengawalan langsung proyek industri dan energi terhadap arah ekonomi 2026?
Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan gaya kepemimpinan aktif dengan menggelar rapat terbatas di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Baca Juga: SPHP Beras 2025 Berlanjut ke Januari 2026, Pemerintah Amankan Harga dengan Sisa 697 Ribu Ton
Rapat ini dihadiri jajaran menteri strategis Kabinet Merah Putih yang membidangi ekonomi, energi, investasi, dan pendidikan tinggi.
Agenda rapat difokuskan pada penguatan industri nasional, hilirisasi sumber daya alam, dan percepatan proyek energi.
Rapat Akhir Pekan dan Pesan Keseriusan Kepemimpinan Nasional
Rapat yang digelar pada hari libur dinilai mencerminkan urgensi agenda ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Baca Juga: Mentan Tegaskan Nol Toleransi, Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton Dicegah Masuk di Semarang
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai target waktu.
Pendekatan ini disebut penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas kebijakan pemerintah.
Industri Tekstil dan Garmen Masuk Radar Prioritas Nasional
Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada industri tekstil dan garmen yang terdampak tekanan ekspor dan biaya produksi.
Baca Juga: Transfer Pricing Sawit Indonesia Jadi Tantangan Kebijakan Fiskal di Tengah Lonjakan Ekspor
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai penguatan sektor hulu penting untuk menjamin pasokan bahan baku industri.
Pemerintah mendorong sinergi lintas sektor guna menjaga keberlanjutan industri padat karya tersebut.
Artikel Terkait
Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,1 Persen, Ini Faktor Pendukungnya
Nikel RI Tembus Industri SpaceX Elon Musk, Sphere Masuk Smelter IMIP dengan Porsi 10 Persen
BPS Ungkap Produksi Jagung 2025 Meningkat Hampir Satu Juta Ton, Tren Dinilai Makin Stabil
Intervensi Beras Berlanjut 2026: SPHP 1,5 Juta Ton, Bantuan Pangan 4 Bulan untuk 18 Juta Keluarga
Greenland Tidak Dijual: 3 Sikap Tegas Pemerintah Otonom Hadapi Ambisi Besar merika Serikat
Indonesia Setop Impor Daging Babi Spanyol, Ini Strategi Cegah Wabah ASF dengan Mortalitas Hingga 100 Persen
Purbaya Yudhi Sadewa soal OTT Pajak Jakut: Ada Pendampingan, Tidak Ada Intervensi KPK
Puluhan Miliar Dolar AS Ekspor Crude Palm Oil, Laba Dinilai Tidak Sepenuhnya Masuk ke Indonesia
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang
SPHP Beras Diperpanjang hingga 31 Januari 2026, Stok 3,25 Juta Ton Jadi Penyangga Harga Nasional