AGRO 24 JAM - Mengapa merek teh legendaris Indonesia kembali berpindah tangan setelah puluhan tahun dikelola korporasi global?
Apakah akuisisi Rp1,5 triliun ini menjadi sinyal kebangkitan peran korporasi lokal di industri FMCG nasional?
Grup Djarum melalui entitas usahanya PT Savoria Kreasi Rasa resmi menyepakati akuisisi bisnis dan aset teh SariWangi dari PT Unilever Indonesia Tbk senilai Rp1,5 triliun.
Baca Juga: SPHP Beras Diperpanjang hingga 31 Januari 2026, Stok 3,25 Juta Ton Jadi Penyangga Harga Nasional
Perjanjian transaksi tersebut ditandatangani pada 6 Januari 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada semester pertama 2026.
Langkah ini menandai ekspansi signifikan Grup Djarum ke sektor minuman dalam portofolio Fast Moving Consumer Goods (FMCG).
Akuisisi Strategis Perkuat Portofolio FMCG Minuman Nasional
Manajemen Savoria Group menilai SariWangi sebagai aset strategis dengan basis konsumen kuat di pasar domestik.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa soal OTT Pajak Jakut: Ada Pendampingan, Tidak Ada Intervensi KPK
Direktur PT Savoria Kreasi Rasa, Andi Wijaya, menyatakan akuisisi ini menjadi momentum mengembalikan merek ikonik Indonesia ke pengelolaan korporasi lokal.
Menurutnya, sektor minuman memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.
Grup Djarum sebelumnya dikenal kuat di sektor tembakau dan makanan.
Baca Juga: Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang
Ekspansi ke minuman dinilai sebagai langkah diversifikasi yang terukur dengan memanfaatkan merek mapan.
SariWangi dianggap memiliki ekuitas merek yang masih relevan meski sempat menghadapi tantangan hukum di masa lalu.
Artikel Terkait
Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,1 Persen, Ini Faktor Pendukungnya
Nikel RI Tembus Industri SpaceX Elon Musk, Sphere Masuk Smelter IMIP dengan Porsi 10 Persen
BPS Ungkap Produksi Jagung 2025 Meningkat Hampir Satu Juta Ton, Tren Dinilai Makin Stabil
Intervensi Beras Berlanjut 2026: SPHP 1,5 Juta Ton, Bantuan Pangan 4 Bulan untuk 18 Juta Keluarga
Greenland Tidak Dijual: 3 Sikap Tegas Pemerintah Otonom Hadapi Ambisi Besar merika Serikat
Indonesia Setop Impor Daging Babi Spanyol, Ini Strategi Cegah Wabah ASF dengan Mortalitas Hingga 100 Persen
Purbaya Yudhi Sadewa soal OTT Pajak Jakut: Ada Pendampingan, Tidak Ada Intervensi KPK
Puluhan Miliar Dolar AS Ekspor Crude Palm Oil, Laba Dinilai Tidak Sepenuhnya Masuk ke Indonesia
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang
SPHP Beras Diperpanjang hingga 31 Januari 2026, Stok 3,25 Juta Ton Jadi Penyangga Harga Nasional