• Sabtu, 18 April 2026

Mandatori B50 Disiapkan Jadi Solusi Hadapi Fluktuasi Harga Minyak Dunia Dan Risiko Krisis Energi Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Jumat, 10 April 2026 | 10:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan potensi penghematan subsidi Rp48 triliun dari kebijakan biodiesel B50 yang akan diterapkan nasional mulai Juli 2026. (Dok. Instagram @airlanggahartarto)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan potensi penghematan subsidi Rp48 triliun dari kebijakan biodiesel B50 yang akan diterapkan nasional mulai Juli 2026. (Dok. Instagram @airlanggahartarto)

Kebijakan mandatori biodiesel menjadi bagian dari agenda transisi energi yang selama beberapa tahun terakhir terus diperkuat pemerintah melalui berbagai program.

Baca Juga: Iran Beri Izin Negara Mitra Lewati Selat Hormuz, Pasar Minyak Global Mulai Tunjukkan Sinyal Stabilitas Baru

Keberhasilan Program B40 Jadi Fondasi Pengembangan Mandatori Biodiesel Nasional Berkelanjutan

Pengembangan B50 merupakan kelanjutan dari keberhasilan implementasi program biodiesel B40 yang telah diterapkan secara nasional sejak awal 2025.

Program B40 sebelumnya dilaporkan mampu mengurangi impor solar sekaligus meningkatkan penyerapan minyak sawit dalam negeri secara signifikan.

Keberhasilan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara pionir dalam pemanfaatan biodiesel skala besar secara global.

Baca Juga: Konsolidasi Logistik Jadi Model Transformasi Korporasi Negara Lebih Sehat Dan Kompetitif Global

Selain itu, kebijakan biodiesel juga disebut mampu memberikan dampak ekonomi melalui efisiensi devisa akibat berkurangnya impor bahan bakar.

Pemerintah menilai keberhasilan B40 menjadi landasan kuat bagi implementasi B50 sebagai tahap lanjutan kebijakan energi hijau nasional.

Pengujian Teknis B50 Tunjukkan Hasil Positif untuk Sektor Industri Berat

Pemerintah memastikan kesiapan implementasi B50 setelah melalui serangkaian pengujian teknis pada berbagai sektor industri.

Baca Juga: Tanda Pemulihan Energi Dunia Muncul Saat Aktivitas Kapal Tanker di Selat Hormuz Kembali Meningkat Signifikan

Hasil pengujian menunjukkan bahan bakar B50 memenuhi spesifikasi teknis seperti stabilitas oksidasi, kandungan air, serta parameter fatty acid methyl ester.

Pengujian dilakukan pada sektor non-otomotif dengan beban kerja tinggi seperti pertambangan yang membutuhkan ketahanan bahan bakar lebih tinggi.

Airlangga Hartarto menyebut kesiapan teknis tersebut memperkuat keyakinan pemerintah terhadap keberhasilan implementasi program B50 secara nasional.

Baca Juga: Kasus Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Ini Modus Baru Penyalahgunaan Energi yang Rugikan Anggaran

Dengan kesiapan tersebut, pemerintah optimistis B50 akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung agenda keberlanjutan energi nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X