ARGO 24 JAM - Mampukah kebijakan biodiesel B50 benar-benar menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM sekaligus menghemat subsidi energi negara?
Apakah langkah ini juga akan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian harga energi global yang terus bergejolak?
Kebijakan Biodiesel B50 Jadi Strategi Pemerintah Tekan Subsidi Energi Nasional
Pemerintah menargetkan penghematan subsidi energi hingga Rp48 triliun per tahun melalui implementasi kebijakan biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku mulai Selasa (1/7/2026).
Baca Juga: BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi energi nasional menuju sumber energi lebih berkelanjutan.
Menurut Airlangga, kebijakan B50 mampu menekan konsumsi bahan bakar fosil sekaligus mengurangi beban subsidi negara secara signifikan.
Ia menyatakan penghematan tersebut berasal dari berkurangnya konsumsi solar berbasis impor serta meningkatnya pemanfaatan biodiesel berbahan minyak sawit domestik.
Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
Selain itu, implementasi B50 diproyeksikan dapat menekan impor solar hingga sekitar 4 juta kiloliter setiap tahun.
Implementasi B50 Dorong Ketahanan Energi Nasional dan Kurangi Impor Solar
Program B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis crude palm oil dengan 50 persen solar yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Airlangga Hartarto menjelaskan kebijakan ini juga menjadi upaya pemerintah menghadapi volatilitas harga energi global yang berdampak pada anggaran negara.
Menurutnya, kebijakan biodiesel juga memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan konsumsi minyak sawit domestik serta menjaga stabilitas sektor perkebunan.
Program ini juga dinilai berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap.
Artikel Terkait
Kebijakan Fiskal Diuji Tekanan Global, Menteng Kleb Usulkan Penguatan Transparansi dan Produktivitas Anggaran
Utang Luar Negeri Tumbuh Lebih Cepat dari Devisa, Bagaimana Nasib Stabilitas Rupiah Selanjutnya
BGN Klarifikasi Hoaks 70.000 Motor Listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis, Ini Fakta Sebenarnya Data Resmi
Fakta Pengadaan Motor Listrik BGN untuk Program MBG Terungkap, Ini Penjelasan Resmi Kepala Badan Gizi Nasional
Konsolidasi BUMN Logistik Jadi Sorotan, Pemerintah Targetkan Efisiensi Operasional dan Kinerja Aset Negara
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Picu Risiko Energi Global Ini Skenario Harga Minyak Dunia Terbaru
Harga Gabah Dijaga, Kesejahteraan Petani Naik, Stok Beras Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Nilai Tukar Petani Meningkat, Bukti Dampak Kebijakan Harga Gabah Pemerintah Pada Ekonomi Sektor Pertanian
Setelah Swasembada Beras, Pemerintah Targetkan Swasembada Protein untuk Ketahanan Pangan dan Gizi
Prabowo Dorong Swasembada Protein Setelah Beras, Ini Strategi Baru Ketahanan Pangan Indonesia ke Depan