AGRO 24JAM - Apakah tata kelola nikel Indonesia benar-benar aman dari praktik korupsi yang merugikan negara dan lingkungan?
Mengapa KPK menemukan kerawanan serius dari hulu tambang hingga ekspor nikel yang berpotensi mengganggu tata kelola industri strategis nasional?
KPK Ungkap Kerawanan Tata Kelola dan Ekspor Nikel Nasional
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap potensi kerawanan korupsi dalam tata kelola nikel dari sektor hulu hingga hilir berdasarkan kajian mendalam tahun 2023.
Baca Juga: Kasus EDC BRI Rp2,2 Triliun Disorot, KPK Diminta Tegas Jelaskan Status Hukum Direktur PT Finnet
Temuan tersebut disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan pers resmi di Gedung Merah Putih KPK.
Ia menyebut kerawanan meliputi perizinan, aktivitas tambang ilegal, jaminan reklamasi, serta legalitas ekspor yang masih lemah pengawasannya.
Budi Prasetyo menegaskan kajian tersebut menjadi dasar rekomendasi perbaikan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait pengelolaan nikel nasional.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Tahan Sebanyak 29 Izin Hingga Standar Keselamatan Dipenuhi Korporasi
KPK menilai sektor nikel strategis bagi ekonomi sehingga tata kelola transparan dan akuntabel diperlukan untuk mencegah kerugian negara.
Temuan Perizinan Tambang dan Aktivitas Ilegal Kawasan Hutan
KPK menemukan prosedur perizinan pertambangan nikel yang tidak sepenuhnya sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku di sejumlah wilayah.
Temuan juga menunjukkan aktivitas pertambangan di kawasan hutan tanpa izin resmi, sehingga berpotensi melanggar hukum dan merusak lingkungan jangka panjang.
Baca Juga: Modus Baru Penggelapan Pajak Industri Baja Terungkap, DJP Temukan Penyembunyian Omzet
KPK menilai lemahnya pengawasan lintas sektor membuka celah praktik ilegal yang merugikan negara dan mengancam keberlanjutan industri pertambangan.
Pendataan jaminan reklamasi dan pascatambang dinilai belum memadai sehingga berisiko terhadap pemulihan lingkungan bekas tambang.
Artikel Terkait
Rasio Pajak Turun Ke 9 Persen 2025, Pemerintah Siapkan Pengawasan Ketat dan Penindakan Korporasi
Penurunan Prospek Moody’s 2026, Ekonom Soroti Dampak Terhadap Investasi, IHSG, dan Stabilitas Ekonomi
Kontroversi Tambang Emas Tumpang Pitu, Antara Investasi Triliunan Rupiah dan Dampak Lingkungan Lokal
Kajian Pemerintah Soal Izin Tambang Martabe dan Rencana Pengalihan ke BUMN Perminas Strategis
MSCI Beri Batas Waktu Mei 2026, Risiko Turun je Frontier Market dan Dampak Likuiditas Pasar Menguat
CIO Danantara Pandu Shahrir Ungkap Skema 70 Banding 30 Pendanaan Proyek dan Strategi Investasi Saham
5 Konglomerat Temui Prabowo Selama 4 Jam, Bahas Investasi, UMKM dan Industri Berkelanjutan
Pertumbuhan 5,39 Persen Industri TPT Belum Mampu Kejar Lonjakan Ekspor Vietnam dan Bangladesh
Pengawasan Ketat DJP di Sektor Manufaktur, 40 Korporasi Baja Terindikasi Hindari PPN dan Manipulasi
29 Tambang Masih Dibekukan di Bogor, Pemprov Jabar Tegaskan Evaluasi Lingkungan dan Andalalin