ARGO 24 JAM - Apakah pertemuan empat jam Presiden Prabowo dengan para konglomerat menandai babak baru kolaborasi ekonomi nasional yang lebih terarah dan terukur?
Mungkinkah konsep Indonesia Incorporated menjadi kunci percepatan pembangunan industri, penciptaan kerja, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bagi masyarakat Indonesia?
Presiden RI Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa malam (10/2/2026), untuk membahas strategi penguatan ekonomi nasional.
Lihat Video: Pertemuan Strategis Prabowo dan 5 Konglomerat Dorong Lapangan Kerja serta Penguatan Industri
Pertemuan berlangsung sekitar empat jam mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB dengan diskusi terbuka mengenai peluang sektor strategis dan tantangan ekonomi nasional.
Audiensi digelar atas permintaan pelaku usaha untuk berdialog langsung mengenai sinergi pemerintah dan dunia usaha melalui konsep Indonesia Incorporated.
Sinergi Pemerintah Dan Dunia Usaha Dorong Ekonomi Nasional Berkelanjutan
Lima pengusaha yang hadir berasal dari berbagai korporasi besar nasional yang bergerak di sektor energi, industri, keuangan, dan properti.
Baca Juga: Kajian Pemerintah Tentukan Masa Depan Tambang Martabe dan Kepastian Investasi Tambang
Mereka adalah Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, dan Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group.
Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan sektor strategis yang dinilai berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Prabowo Tekankan Kolaborasi Industri untuk Kemandirian dan Lapangan Kerja
Presiden Prabowo menyerap berbagai masukan terkait tantangan investasi, penguatan industri, serta strategi peningkatan daya saing nasional.
Baca Juga: Jeff Bezos dan Transformasi Washington Post 2013-2026 Ungkap Strategi Digital Industri Media
“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Ia menegaskan kolaborasi erat pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mempercepat pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Denada Buka Fakta Anaknya Ada 2, Manajemen Ingatkan Dampak Hukum untuk Informasi Tidak Benar
Proses Seleksi Pimpinan OJK Tidak Bisa Selesai 2 Minggu, Menkeu Purbaya Ungkap Tahapannya
KPK Ungkap Kasus Suap Bea Cukai, 6 Tersangka dan John Field Jalani Pemeriksaan Intensif Penyidik
Subsidi KUR Rp14 Triliun Per Tahun Jadi Alasan Pemerintah Kaji Akuisisi PNM untuk Penguatan Pembiayaan UMKM
Klarifikasi 4 Juta Ha Sawit Ilegal: POPSI Ungkap Data, Mekanisme UUCK, dan Dampaknya bagi Petani
Pegiat Antikorupsi Soroti 3 SK Tambang Tumpang Pitu, Nilai Dasar Hukum Pengalihan IUP Tak Konsisten
Rasio Pajak Turun Ke 9 Persen 2025, Pemerintah Siapkan Pengawasan Ketat dan Penindakan Korporasi
Penurunan Prospek Moody’s 2026, Ekonom Soroti Dampak Terhadap Investasi, IHSG, dan Stabilitas Ekonomi
Kontroversi Tambang Emas Tumpang Pitu, Antara Investasi Triliunan Rupiah dan Dampak Lingkungan Lokal
Kajian Pemerintah Soal Izin Tambang Martabe dan Rencana Pengalihan ke BUMN Perminas Strategis