• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Tekankan Kedaulatan Energi Nasional Tanpa Intervensi dalam Penghentian Impor BBM

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Kamis, 29 Januari 2026 | 18:15 WIB
Ketua Harian Dewan Energi Nasional Bahlil Lahadalia menjelaskan roadmap energi nasional pasca pelantikan anggota DEN. (Faceook.com @Bahlil Lahadalia)
Ketua Harian Dewan Energi Nasional Bahlil Lahadalia menjelaskan roadmap energi nasional pasca pelantikan anggota DEN. (Faceook.com @Bahlil Lahadalia)

ARGO 24 JAM - Apa dampak penghentian impor BBM terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi nasional?

Mampukah Indonesia mencapai swasembada energi tanpa mengguncang sektor industri dan transportasi?

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penghentian impor BBM secara bertahap sebagai bagian dari strategi besar swasembada energi nasional.

Baca Juga: Imlek Festival Nasional 2026 Jadi Strategi Pemerintah Perkuat Toleransi dan Identitas Kebangsaan

Kebijakan tersebut disampaikan kepada Dewan Energi Nasional usai pelantikan anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi tekanan fiskal akibat impor energi.

Ketergantungan Impor BBM dan Tekanan Terhadap Neraca Perdagangan

Indonesia masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM per tahun, yang berdampak signifikan terhadap neraca perdagangan.

Baca Juga: OECD Sebut Pajak Global Bocor Ratusan Miliar, Penghindaran PPN Terjadi dalam Ekonomi Digital

Impor BBM menjadi salah satu penyumbang utama defisit transaksi berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data Kementerian ESDM, ketergantungan ini membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

Cadangan Energi Nasional Dinilai Masih Rentan Terhadap Krisis Global

Cadangan BBM nasional yang hanya mencukupi 21 hari dinilai belum memadai menghadapi risiko geopolitik global.

Baca Juga: Indonesia Kendalikan Produksi Nikel, Harga Global Merangkak Naik dari Level 15.000 Dolar AS

Bahlil Lahadalia menegaskan peningkatan cadangan menjadi tiga bulan adalah langkah mitigasi risiko nasional.

“Kita harus siap menghadapi gangguan pasokan global dengan cadangan yang kuat,” ujar Bahlil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X