nasional

Evaluasi Besar BUMN Dimulai Danantara Fokus Perkuat Aset Negara Tata Kelola dan Kinerja Operasional

Jumat, 6 Maret 2026 | 20:25 WIB
Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas. Langkah konsolidasi manajemen Danantara Indonesia meninjau kebijakan akuntansi dan kualitas aset BUMN guna memperkuat fundamental bisnis. (Dok. Kreasi Dola AI)

AGRO 24 JAM - Apakah kinerja BUMN Indonesia akan berubah setelah seluruh perusahaan dievaluasi secara menyeluruh?

Mampukah langkah konsolidasi Danantara meningkatkan laba, arus kas, dan kontribusi dividen bagi negara?

Danantara Mulai Konsolidasi Strategis untuk Meningkatkan Kinerja Korporasi BUMN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mulai mengkaji seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara sebagai bagian dari strategi konsolidasi manajemen.

Baca Juga: MBG Jadi Program Prioritas Nasional, Gus Miftah Soroti Tantangan Pengelolaan di Lapangan

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus memastikan pengelolaan aset negara berjalan transparan dan berorientasi jangka panjang.

Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan evaluasi ini merupakan mandat strategis bagi pengelolaan portofolio BUMN.

“Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola,” ujar Rohan dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Penggeledahan Sekuritas PT MASI, OJK Bekukan Saham Rp14,5 Triliun dalam Penyidikan Dugaan Manipulasi IPO

Governance Reset Dilakukan untuk Memperkuat Neraca Keuangan Perusahaan BUMN

Proses evaluasi dilakukan melalui entitas holding operasional Danantara Asset Management yang mengkaji berbagai aspek penting perusahaan.

Peninjauan meliputi kebijakan akuntansi, kualitas pencatatan aset, serta sistem manajemen risiko yang diterapkan di setiap korporasi BUMN.

Menurut Rohan, langkah ini merupakan bagian dari governance reset untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan negara.

Baca Juga: Stok BBM Indonesia Hanya 20 Hari Saat Krisis Selat Hormuz, Seberapa Kuat Ketahanan Energi Nasional

“Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel,” kata Rohan.

Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan akuntabilitas serta memperbaiki kualitas laporan keuangan perusahaan BUMN.

Halaman:

Tags

Terkini