AGRO 24 JAM - Apakah Indonesia siap menghadapi guncangan energi global jika jalur utama minyak dunia tiba-tiba terganggu?
Mungkinkah stok BBM nasional hanya 20 hari cukup untuk meredam gejolak ekonomi jika krisis Selat Hormuz benar-benar berkepanjangan?
Penutupan Selat Hormuz Memicu Kekhawatiran Ketahanan Energi Nasional Indonesia
Ketegangan geopolitik global kembali menjadi perhatian setelah Iran dilaporkan menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu arteri utama distribusi minyak dunia.
Kondisi tersebut segera memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi berbagai negara, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah dan bahan bakar minyak.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, menyebut potensi krisis ini dapat berubah menjadi “mimpi buruk” bagi pengambil kebijakan sektor energi nasional.
Menurutnya, tekanan terhadap sektor energi Indonesia akan meningkat jika gangguan distribusi minyak global berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Stok BBM Nasional Dua Puluh Hari Jadi Alarm Kebijakan Energi
Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya memastikan cadangan BBM nasional berada pada tingkat aman untuk sekitar dua puluh hari.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (3/3/2026) sebagai respons awal pemerintah terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Namun Uchok menilai angka tersebut justru menjadi peringatan keras bagi pemerintah karena ketahanan energi nasional masih bergantung pada stabilitas pasokan impor.
“Yang jelas setelah 20 hari, Simon Aloysius Mantiri (Direktur Utama Pertamina) dan Bahlil Lahadalia siap-siap ‘disemprot’ alias dimarahi oleh Presiden,” ujar Uchok.
Baca Juga: Prabowo Subianto Percepat Energi Terbarukan: Target PLTS 100 Gigawatt dan Kendaraan Listrik
Ia juga memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak dunia dapat memicu kenaikan harga BBM domestik jika pemerintah gagal menambah pasokan dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
Krisis Timur Tengah 2026 Memasuki Fase Baru Setelah Iran Klaim Serangan Langsung ke Israel
Prabowo Bahas Board of Peace Palestina dan Krisis Global Bersama Elite, Perkuat Diplomasi Indonesia
Dampak Konflik Global Terhadap Energi, Pemerintah Siapkan Skenario Antisipasi Penutupan Selat Hormuz
Harga Energi Naik Tajam, Pemerintah Hitung Ulang Dampak Subsidi BBM dan Daya Beli Masyarakat
OJK Geledah Kantor Korporasi Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi Saham BEBS dan Transaksi Tidak Wajar
Modernisasi Rudal ASMPA R dan M51 Perkuat Posisi Prancis Sebagai Kekuatan Militer Utama Kawasan Eropa
Blok Cepu Sumbang Sepertiga Produksi, Negosiasi Kontrak Baru Fokus Tingkatkan Penerimaan Negara
Indonesia Perkuat Persatuan Politik Saat Geopolitik Global Memanas Melalui Pertemuan Strategis Prabowo
Prabowo Perintahkan Cadangan BBM Nasional 3 Bulan, Pemerintah Siapkan Storage Energi di Sumatera
Kesepakatan ART Indonesia - AS Picu Perdebatan Soal Dampak Industri dan Kedaulatan Ekonomi