IMF Terus Memantau Dampak Konflik Terhadap Pertumbuhan dan Inflasi
Sebagai lembaga yang bertugas menjaga stabilitas keuangan global, IMF menyatakan tengah memantau perkembangan konflik tersebut secara cermat.
Baca Juga: Pertamina Jaga Cadangan Energi di Atas Batas Minimum untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan Ramadan
Georgieva menjelaskan bahwa lembaga tersebut sedang menilai potensi dampak ekonomi baik pada tingkat regional maupun global.
Penilaian tersebut mencakup pengaruh terhadap inflasi, stabilitas pasar keuangan, serta prospek pertumbuhan ekonomi dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Latar Belakang Geopolitik Memicu Kekhawatiran Baru Pasar Energi Global
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah selama beberapa tahun terakhir telah beberapa kali memicu volatilitas harga energi global.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Perizinan Tambang Emas Tumpang Pitu Jadi Fokus Penyelidikan KPK Saat Ini
Dalam berbagai laporan ekonomi internasional sebelumnya, IMF juga menyoroti bahwa konflik geopolitik menjadi salah satu risiko utama bagi stabilitas ekonomi global.
Georgieva menegaskan bahwa dunia kini harus bersiap menghadapi lingkungan ekonomi yang semakin kompleks dengan risiko geopolitik yang lebih sering muncul.****
Artikel Terkait
Manipulasi IPO Jadi Alarm Investor, OJK Bekukan Miliaran Saham dan Lanjutkan Penyidikan Bersama Bareskrim
Ketegangan Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Lonjakan Harga Minyak Dunia
Gus Miftah Soroti Polemik MBG, Program Dinilai Baik Tetapi Pengelolaan Dapur Perlu Evaluasi
Ketegangan Iran - Israel Pengaruhi Jalur Energi Global, 2 Kapal Minyak Indonesia Tertahan di Hormuz
Evaluasi Besar BUMN Dimulai Danantara Fokus Perkuat Aset Negara Tata Kelola dan Kinerja Operasional
Penyelidikan KPK Soal Tambang Emas Tumpang Pitu Soroti Peralihan Izin Tambang dan Dugaan Pelanggaran
Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun
Cadangan Energi Nasional Pertamina Dijaga Hingga 35 Hari Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Ancaman Energi, Saat Harga Minyak Dunia Berpotensi Menembus 120 Dolar
Mahkota Binokasih dan Teknologi Empu Galuh, Bukti Keunggulan Metalurgi Nusantara Sebelum Era Industri