• Sabtu, 18 April 2026

Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:30 WIB
Menkeu Purbaya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi APBN Indonesia Februari 2026 yang mencatat defisit Rp135,7 triliun dalam konferensi pers di Jakarta. (Dok. Instagram @menkeuri)
Menkeu Purbaya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi APBN Indonesia Februari 2026 yang mencatat defisit Rp135,7 triliun dalam konferensi pers di Jakarta. (Dok. Instagram @menkeuri)

AGRO 24 JAM - Mengapa defisit APBN kembali muncul pada awal 2026 meski penerimaan pajak meningkat tajam?

Apakah kondisi ini berisiko terhadap stabilitas fiskal Indonesia dalam jangka panjang?

Pemerintah mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp135,7 triliun hingga akhir Februari 2026 atau setara 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut muncul karena realisasi belanja negara mencapai Rp493,8 triliun, sementara pendapatan negara baru terkumpul Rp358 triliun pada dua bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Konflik Iran Israel Memanas, Saat Ini Dua Kapal Minyak Indonesia Menunggu Aman di Selat Hormuz

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja fiskal nasional karena penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30 persen. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Jumat (06/03/2026).

Kinerja Pendapatan Negara Awal Tahun Masih dalam Fase Penguatan Bertahap

Pendapatan negara biasanya belum mencapai puncak pada awal tahun karena sebagian besar penerimaan pajak terkonsentrasi pada periode pelaporan tahunan.

Baca Juga: Evaluasi Besar BUMN Dimulai Danantara Fokus Perkuat Aset Negara Tata Kelola dan Kinerja Operasional

Pada Februari 2026, pemerintah mencatat total pendapatan negara Rp358 triliun yang berasal dari berbagai sumber penerimaan fiskal.

Pertumbuhan pajak sebesar 30 persen menunjukkan basis penerimaan negara masih kuat meskipun defisit sementara terjadi akibat belanja pemerintah.

Belanja Negara Tinggi untuk Menjalankan Program Prioritas Pemerintah Nasional

Belanja negara yang mencapai Rp493,8 triliun pada awal tahun mencerminkan komitmen pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan nasional.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Pasar Modal Disorot, OJK Lakukan Penggeledahan Korporasi Sekuritas di SCBD

Realisasi belanja awal tahun biasanya lebih cepat karena pemerintah mempercepat penyaluran anggaran agar kegiatan ekonomi segera bergerak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X