Dalam keterangan resmi di situs korporasi BEI, manajemen menyebut penguatan surveillance system dilakukan untuk mendeteksi aktivitas perdagangan abnormal secara real time.
Penertiban saham gorengan dapat meningkatkan kualitas kapitalisasi pasar serta menarik investor institusi global.
Baca Juga: Prabowo Subianto Waspadai Penghambat Perdamaian, Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina
Analisis berbagai media ekonomi internasional menilai stabilitas regulasi menjadi faktor utama daya tarik investasi emerging market, termasuk Indonesia.
Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pasar saham Indonesia harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi nyata, bukan sekadar arena spekulasi jangka pendek.****