• Sabtu, 18 April 2026

Target Dua Juta Nasabah Baru, Bank Syariah Indonesia Perkuat Fondasi Risiko, Agar Margin Tetap Sehat

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:50 WIB
Aktivitas BSI. Ilustrasi nasabah generasi produktif memanfaatkan layanan digital Bank Syariah Indonesia. (Dok. bankbsi.co.id)
Aktivitas BSI. Ilustrasi nasabah generasi produktif memanfaatkan layanan digital Bank Syariah Indonesia. (Dok. bankbsi.co.id)

AGRO 24 JAM - Mampukah Bank Syariah Indonesia menjaga margin tetap sehat saat berekspansi ke pasar internasional?

Bagaimana strategi digital dan manajemen risiko menjadi faktor penentu keberlanjutan pertumbuhan di tengah persaingan regional?

Ekspansi global Bank Syariah Indonesia (BSI) pada 2026 dinilai sebagai langkah strategis setelah capaian kinerja 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Baca Juga: Investasi 20 Miliar Dolar AS Freeport, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi dan Hilirisasi Indonesia

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai fondasi keuangan BSI cukup kuat, namun disiplin biaya dan tata kelola tetap menjadi kunci utama.

Ekspansi Internasional di Tengah Pertumbuhan Industri Syariah Nasional

BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun dengan pertumbuhan 8,02 persen dan total aset Rp416 triliun sepanjang 2025.

Pembiayaan Rp300,85 triliun serta NPF gross di bawah dua persen mencerminkan kualitas aset relatif stabil.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Bangkit, Proyeksi Inflow 70 Miliar Dolar AS Uji Kepercayaan Pasar Modal Indonesia

Dana pihak ketiga tumbuh 15,66 persen sementara transaksi digital mencapai Rp763 triliun, menunjukkan akselerasi layanan berbasis teknologi.

Laporan menyebut industri syariah Indonesia tengah memperluas jejaring regional.

Secara global, pertumbuhan industri keuangan syariah meningkat di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Baca Juga: Promedia Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD untuk Publikasi Program Pembangunan Nasional

Penguatan Manajemen Risiko dan Talenta Global Ditekankan

Noviardi menyarankan ekspansi berbasis kemitraan dan kanal digital guna menekan biaya tetap dan risiko regulasi.

Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menjangkau diaspora Indonesia serta pasar haji dan umrah tanpa ekspansi fisik besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X