Dalam keterangan resmi di situs korporasi BEI, manajemen menyebut penguatan surveillance system dilakukan untuk mendeteksi aktivitas perdagangan abnormal secara real time.
Penertiban saham gorengan dapat meningkatkan kualitas kapitalisasi pasar serta menarik investor institusi global.
Baca Juga: Prabowo Subianto Waspadai Penghambat Perdamaian, Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina
Analisis berbagai media ekonomi internasional menilai stabilitas regulasi menjadi faktor utama daya tarik investasi emerging market, termasuk Indonesia.
Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pasar saham Indonesia harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi nyata, bukan sekadar arena spekulasi jangka pendek.****
Artikel Terkait
Target Dua Juta Nasabah Baru, Bank Syariah Indonesia Perkuat Fondasi Risiko, Agar Margin Tetap Sehat
Freeport Indonesia Kolaborasi dengan Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah Mineral Kritikal di Papua
Dampak Pembatasan Izin Korporasi Ritel Terhadap Masa Depan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kopdes
Investor Global Tunjukkan Minat Kolaborasi Jangka Panjang di Sektor Teknologi, Infrastruktur, dan Energi
Investor Global Apresiasi Kepastian Hukum dan Transparansi Pasar Modal untuk Stabilitas Ekonomi
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Beri Tarif Nol Persen Ekspor, Namun Risiko Defisit Perdagangan Mengemuka
Prabowo Respons Tarif Global Trump Pasca Putusan MA AS, Fokus Amankan Kesepakatan Tarif Nol Persen Ekspor
Tarif Global AS Berubah, Indonesia Negosiasi Agar Produk Ekspor Unggulan Tetap Bebas Tarif Impor
Kritik Menkeu Purbaya Soal Bank Syariah Picu Evaluasi Besar Struktur Biaya Industri Keuangan Modern
Walhi Kritik Perpanjangan Kontrak Freeport, Berisiko Perpanjang Krisis Lingkungan dan Sosial Berkelanjutan