Pemerintah menilai pengalaman global tersebut relevan sebagai peringatan dini bagi pasar domestik.
Pengalaman Kasus Jiwasraya Dan Asabri Jadi Alarm Regulator Nasional
Purbaya menyinggung kasus investasi bermasalah pada korporasi asuransi negara seperti Jiwasraya dan Asabri sebagai pelajaran mahal bagi sistem keuangan.
Kedua kasus tersebut melibatkan penempatan dana pada saham berisiko tinggi yang akhirnya menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah.
Ia juga menceritakan pengalaman masa lalu di Danareksa yang hampir terdampak praktik manipulatif serupa beberapa dekade lalu.
Baca Juga: Mendes Yandri Susanto Sebut Kekayaan Korporasi Ritel Terlalu Besar, Perlu Penguatan Ekonomi Kopdes
Pengalaman historis tersebut memperkuat keyakinannya bahwa reformasi pengawasan bursa tidak bisa ditunda lagi.
OJK dan Bursa Efek Indonesia diminta melakukan penindakan cepat terhadap pola perdagangan tidak wajar.
Reformasi Pasar Modal Jadi Syarat Insentif Fiskal Pemerintah
Pemerintah menegaskan kebijakan insentif pajak transaksi saham hanya akan diberikan jika pasar terbukti bersih dari manipulasi.
Baca Juga: Mendes Yandri Susanto Sebut Kekayaan Korporasi Ritel Terlalu Besar, Perlu Penguatan Ekonomi Kopdes
Purbaya menilai stimulus fiskal tidak boleh memperkuat ekosistem investasi yang berisiko tinggi bagi masyarakat luas.
Ia menekankan kepercayaan investor menjadi faktor utama pertumbuhan pasar modal jangka panjang Indonesia.
Jika investor muda kehilangan kepercayaan, pendalaman pasar keuangan domestik dapat terhambat dalam satu dekade mendatang.
Baca Juga: Indonesia Buka Ekspor ke Pasar Amerika Serikat dengan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Pos Produk
Langkah reformasi ini juga disebut selaras dengan agenda peningkatan transparansi sektor keuangan nasional.
Artikel Terkait
Target Dua Juta Nasabah Baru, Bank Syariah Indonesia Perkuat Fondasi Risiko, Agar Margin Tetap Sehat
Freeport Indonesia Kolaborasi dengan Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah Mineral Kritikal di Papua
Dampak Pembatasan Izin Korporasi Ritel Terhadap Masa Depan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kopdes
Investor Global Tunjukkan Minat Kolaborasi Jangka Panjang di Sektor Teknologi, Infrastruktur, dan Energi
Investor Global Apresiasi Kepastian Hukum dan Transparansi Pasar Modal untuk Stabilitas Ekonomi
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Beri Tarif Nol Persen Ekspor, Namun Risiko Defisit Perdagangan Mengemuka
Prabowo Respons Tarif Global Trump Pasca Putusan MA AS, Fokus Amankan Kesepakatan Tarif Nol Persen Ekspor
Tarif Global AS Berubah, Indonesia Negosiasi Agar Produk Ekspor Unggulan Tetap Bebas Tarif Impor
Kritik Menkeu Purbaya Soal Bank Syariah Picu Evaluasi Besar Struktur Biaya Industri Keuangan Modern
Walhi Kritik Perpanjangan Kontrak Freeport, Berisiko Perpanjang Krisis Lingkungan dan Sosial Berkelanjutan