• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia Buka Ekspor ke Pasar Amerika Serikat dengan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Pos Produk

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:05 WIB
Menko Perekonomian Airĺangga Hartarto.  (Instagram.com @airlanggahartarto)
Menko Perekonomian Airĺangga Hartarto. (Instagram.com @airlanggahartarto)

AGRO 24 JAM - Benarkah perjanjian tarif Indonesia dan Amerika Serikat menjadi titik balik industri tekstil nasional?

Seberapa besar dampaknya terhadap ekspor, investasi, dan keberlanjutan jutaan pekerja usia produktif di Indonesia?

Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat Resmi Ditandatangani

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati Agreement on Reciprocal Tariff (ART) di Washington DC pada Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Siapkan Ekspansi 2026, Ekonom Tekankan Hati-Hati Manajemen Risiko Ketat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut perjanjian ini bersifat saling menguntungkan.

Sebanyak 1.819 pos tarif Indonesia mendapat fasilitas tarif nol persen untuk sektor pertanian dan industri strategis.

Komoditas Strategis Mendapat Tarif Nol Persen Ekspor

Produk seperti minyak sawit, kopi, kakao, karet, rempah-rempah, semikonduktor, serta komponen pesawat terbang memperoleh tarif nol persen.

Baca Juga: Izin Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu Disorot, Konsistensi Dasar Hukum IPPKH Jadi Perdebatan

Kementerian Perdagangan mencatat Amerika Serikat merupakan pasar utama ekspor manufaktur bernilai tambah Indonesia.

Media internasional menyoroti kebijakan tarif resiprokal AS yang memicu renegosiasi dagang global.

Sektor Tekstil Menjadi Penopang Lapangan Kerja Nasional

Airlangga menyatakan tekstil dan apparel memperoleh tarif nol persen melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ)

Baca Juga: Pasar Modal Indonesia dan Isu MSCI, Akankah 70 Miliar Dolar AS Dongkrak IHSG Tahun 2026

Industri ini menyerap sekitar empat juta pekerja, sehingga akses pasar AS dinilai krusial bagi stabilitas sosial ekonomi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi tekstil signifikan terhadap ekspor manufaktur dan penyerapan tenaga kerja formal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X