• Sabtu, 18 April 2026

IHSG 2026 dan Dana Asing, Seberapa Realistis Proyeksi 70 Miliar Dolar AS Masuk

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:20 WIB
Wakil Ketua DEN Mari Pangsetu. Infografik proyeksi capital inflow 70 miliar Dolar AS dan dampaknya terhadap stabilitas pasar nasional. (Instagram.com @maripangestu)
Wakil Ketua DEN Mari Pangsetu. Infografik proyeksi capital inflow 70 miliar Dolar AS dan dampaknya terhadap stabilitas pasar nasional. (Instagram.com @maripangestu)

ARGO 24 JAM - Apakah pasar modal Indonesia benar-benar bersiap bangkit setelah tekanan global dan isu MSCI (Morgan Stanley Capital Internatiomal) mengguncang kepercayaan investor?

Mungkinkah aliran dana asing hingga 70 miliar Dolar AS menjadi titik balik besar bagi IHSG dan portofolio generasi produktif?

Proyeksi Capital Inflow 70 Miliar Dolar AS

Laporan Katadata pada Februari 2026 menyebut pasar modal Indonesia berpotensi menerima capital inflow 70 miliar Dolar AS atau sekitar Rp1.184 triliun.

Baca Juga: Promedia Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD untuk Publikasi Program Pembangunan Nasional

Proyeksi tersebut muncul setelah periode tekanan akibat isu klasifikasi indeks oleh MSCI yang sempat memicu arus keluar dana asing Rp38 triliun hingga Rp50 triliun.

Nilai potensi dana tersebut setara hampir 6 persen Produk Domestik Bruto Indonesia, sehingga berdampak signifikan terhadap likuiditas, stabilitas rupiah, dan pergerakan IHSG.

Pembenahan Regulasi Otoritas dan Bursa Efek Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Self-Regulatory Organization (SFO),melakukan pembenahan struktural untuk merespons dinamika pasar global secara terukur dan transparan.

Baca Juga: Langkah Strategis Prabowo Subianto: Indonesia Ambil Peran Kunci dalam Pasukan Stabilisasi Gaza

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan regulasi pencatatan saham baru yang ditargetkan efektif Maret 2026 untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi emiten.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas klasifikasi investor dalam sistem Single Investor Identification menjadi 28 jenis guna meningkatkan kualitas data dan pengawasan.

Optimisme Dewan Ekonomi Nasional Dan Respons Global

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyampaikan potensi inflow mencerminkan pemulihan kepercayaan investor global terhadap fundamental Indonesia.

Baca Juga: Laba PLN Melonjak 130 Persen, Bisakah Kinerja Keuangan Bertahan Tanpa Subsidi APBN Ratusan Triliun

Ia menilai reformasi regulasi dan koordinasi antarotoritas menjadi katalis penting bagi stabilitas pasar, terutama di tengah volatilitas ekonomi global dan pengetatan moneter negara maju.

Sebagai pembanding, pasar India mengalami lonjakan investasi asing pascareformasi struktural, sebagaimana dilaporkan Reuters dan Bloomberg pada 2024–2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X