ARGO 24 JAM - Mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menembus 5 persen dalam satu dekade terakhir?
Bisakah hilirisasi mineral strategis dan penguatan riset menjadi jalan Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen?
Wakil Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID), Dany Amrul Ichdan, menyatakan Indonesia harus mempercepat transformasi ekonomi untuk mencapai pertumbuhan 8 persen.
Baca Juga: Rangkap Jabatan 12 Korporasi dalam Kasus Suap Restitusi oleh Pejabat Pajak Banjarmasin
Pernyataan itu disampaikan dalam Studium Generale “Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Naik Kelas” di ITB Bandung pada Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Dany, struktur ekonomi Indonesia masih bergantung pada ekspor komoditas mentah sehingga membatasi peningkatan nilai tambah nasional.
Transformasi Struktur Ekonomi untuk Lepas dari Middle Income Trap
Dany Amrul Ichdan menilai Indonesia masih terjebak pada pertumbuhan ekonomi 5 persen akibat ketergantungan pada komoditas mentah.
Ia menegaskan transformasi ekonomi harus dilakukan melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah domestik.
“Dengan modal yang dimiliki, Indonesia seharusnya mampu melompat ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” kata Dany Amrul Ichdan.
Dany menambahkan strategi industrialisasi harus berfokus pada keunggulan nasional dan diferensiasi pasar domestik.
Baca Juga: Rp7 Miliar Per Bulan Dugaan Suap Impor dalam Skandal Safe House Bea Cukai yang Disidik KPK
Cadangan Mineral Strategis Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Indonesia memiliki cadangan mineral strategis terbesar dunia seperti nikel, timah, emas, bauksit, dan batubara yang dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimonetisasi untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat struktur ekonomi nasional.
Artikel Terkait
5 Konglomerat Temui Prabowo Selama 4 Jam, Bahas Investasi, UMKM dan Industri Berkelanjutan
Pertumbuhan 5,39 Persen Industri TPT Belum Mampu Kejar Lonjakan Ekspor Vietnam dan Bangladesh
Pengawasan Ketat DJP di Sektor Manufaktur, 40 Korporasi Baja Terindikasi Hindari PPN dan Manipulasi
29 Tambang Masih Dibekukan di Bogor, Pemprov Jabar Tegaskan Evaluasi Lingkungan dan Andalalin
Dugaan Korupsi EDC BRI Rp744 Miliar Menguat, KPK Didesak Ungkap Peran Direktur PT Finnet
Washington Post di Bawah Jeff Bezos dari Media Cetak Menuju Platform Digital Global Berpengaruh
Data Sitaan Fantastis Kasus Bea Cukai, Dari Emas Valas Hingga Uang Tunai Miliaran Rupiah
Riset KPKUngkap Masalah Izin Tambang Ilegal dan Ekspor Nikel Yang Berpotensi Rugikan Negara
Kasus Korupsi Pajak 2026, KPK Dalami Rangkap Jabatan Komisaris di 12 Korporasi Milik Pejabat Pajak
Sydney dan Melbourne Diguncang Demonstrasi Besar Tolak Kehadiran Presiden Israel Isaac Herzog