• Sabtu, 18 April 2026

DPR Uji 3 Kandidat Deputi Gubernur BI Usai Pengunduran Diri Juda Agung Berlaku Secara Resmi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:35 WIB
Calon Deputi BI, Thomas Djiwandono. Pengisian jabatan Deputi Gubernur BI dilakukan pasca pengunduran diri Juda Agung per Januari 2026. (Dok. kemenkeu.go.id)
Calon Deputi BI, Thomas Djiwandono. Pengisian jabatan Deputi Gubernur BI dilakukan pasca pengunduran diri Juda Agung per Januari 2026. (Dok. kemenkeu.go.id)

Bank Indonesia mengusulkan tiga kandidat internal dan eksternal, ketiganya memiliki pengalaman teknis di bidang kebijakan ekonomi dan keuangan.

Baca Juga: Dari Pandemi hingga Transisi Energi, Inilah 4 Tantangan Utama BUMN Menurut Versi Nicke Widyawati

Data Bank Indonesia menunjukkan nilai tukar Rupiah sepanjang 2025 berada pada rentang Rp15.200 hingga Rp16.300 per Dolar AS, stabilitas kurs menjadi salah satu indikator penilaian DPR.

Independensi Bank Sentral dalam Sistem Kolektif Kolegial

Dasco menegaskan Dewan Gubernur Bank Indonesia bekerja secara kolektif kolegial, setiap kebijakan diputuskan bersama, bukan oleh satu individu.

Ia juga menyoroti keputusan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono keluar dari Partai Gerindra, langkah tersebut dinilai penting menjaga jarak dari kepentingan politik praktis.

Baca Juga: Divestasi Berlanjut, Kepemilikan Glencore di Harita Nickel Tinggal 6,74%, Berikut Ini Data Resmi Bursa

Menurut Dasco, DPR akan menggali komitmen independensi dalam uji kelayakan, pertanyaan akan mencakup kebijakan suku bunga, inflasi, dan stabilitas sistem keuangan.

Jadwal Uji Kelayakan dan Pernyataan Resmi Bank Indonesia

Uji kelayakan dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 26 Januari 2026, keputusan akhir akan dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR pada 27 Januari 2026.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan seleksi bertujuan memperkuat kredibilitas bank sentral.

Baca Juga: Kejagung Sita Dokumen Izin Tambang Konawe Utara, Kerugian Negara Masih Dihitung BPKP

“Kami membutuhkan figur berintegritas dan berpengalaman menghadapi dinamika global,” ujar Perry.

Dana Moneter Internasional mencatat pertumbuhan ekonomi global 2026 diproyeksikan 3,1 persen, kondisi tersebut menuntut kebijakan moneter yang kredibel dan independen.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X