Dominasi Energi dan Manufaktur Tetap Bertahan
Daftar Forbes menunjukkan sektor energi masih mendominasi, dengan Prajogo Pangestu memimpin melalui Barito Pacific senilai Dolar AS 38,9 miliar.
Baca Juga: SariWangi Kembali ke Korporasi Lokal, Grup Djarum Rampungkan Akuisisi dari Unilever Indonesia
Sektor manufaktur dan keuangan menyusul, mencerminkan struktur ekonomi Indonesia yang masih bertumpu pada industri berbasis aset riil.
Forbes menilai dinamika ini menegaskan sensitivitas kekayaan konglomerat terhadap volatilitas pasar modal global.
Daftar 10 Besar Jadi Cerminan Dinamika Ekonomi
Forbes menyebut perubahan peringkat awal tahun mencerminkan koreksi pasar yang wajar dan tidak selalu menggambarkan penurunan fundamental korporasi.
Baca Juga: Presiden Gelar Ratas di Hambalang, 6 Proyek Hilirisasi Didorong Groundbreaking Februari 2026
“Nilai kekayaan bersifat real time dan sangat bergantung pada pergerakan saham publik,” tulis Forbes dalam catatan metodologinya.
Data ini menjadi indikator awal arah pergerakan ekonomi nasional sepanjang 2026.****
Artikel Terkait
Greenland Tidak Dijual: 3 Sikap Tegas Pemerintah Otonom Hadapi Ambisi Besar merika Serikat
Purbaya Yudhi Sadewa soal OTT Pajak Jakut: Ada Pendampingan, Tidak Ada Intervensi KPK
Puluhan Miliar Dolar AS Ekspor Crude Palm Oil, Laba Dinilai Tidak Sepenuhnya Masuk ke Indonesia
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang
SPHP Beras Diperpanjang hingga 31 Januari 2026, Stok 3,25 Juta Ton Jadi Penyangga Harga Nasional
Presiden Gelar Ratas di Hambalang, 6 Proyek Hilirisasi Didorong Groundbreaking Februari 2026
SariWangi Kembali ke Korporasi Lokal, Grup Djarum Rampungkan Akuisisi dari Unilever Indonesia
Jutaan Hektare Ditertibkan, Presiden Prabowo Kirim Sinyal Keras: Untik Tegakan Hukum Tanpa Intervensi
Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Tak Inklusif: Sektor Padat Modal Dominasi, Tenaga Kerja Tersisih
Surplus Solar Nasional Sebesar 4 Juta Kiloliter, Kilang Balikpapan Persempit Ruang Importir BBM