Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap jurnalisme yang kredibel justru semakin besar.
Jurnalis berperan memeriksa fakta, mengajukan pertanyaan kritis, serta memberi konteks terhadap peristiwa yang kompleks.
AI dapat membantu mengolah data dalam skala besar.
Namun memastikan informasi yang sampai kepada publik akurat dan dapat dipercaya tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Karena itu, masa depan jurnalisme kemungkinan bukan tentang menggantikan jurnalis dengan mesin.
Baca Juga: Pemerintah Antisipasi Kekeringan Dengan Pompanisasi Lahan Demi Menjaga Produksi Beras Nasional
Pertanyaan yang lebih relevan adalah bagaimana teknologi dapat membantu jurnalis bekerja lebih efektif dalam melayani kepentingan publik.****
Artikel Terkait
Mengapa Richard Lee Ditahan Polisi dalam Kasus Skincare, Ini Fakta Penyidikan Polda Metro Jaya
Kebijakan Likuiditas Rp100 Triliun Jadi Strategi Jaga Stabilitas Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Purbaya Ingatkan Batas Defisit APBN Saat Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dibahas Implementasinya
Jusuf Kalla Sebut MBG, Alutsista, dan Koperasi Penting, Namun Pemerintah Tetap Harus Tentukan Prioritas
Mentan Amran Ungkap Cadangan Beras Cukup 324 Hari Meski Ancaman Kekeringan dan Geopolitik Global
Stok Beras Aman Hampir Setahun, Pemerintah Jalankan Pompanisasi Lahan Pertanian Jutaan Hektare
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Indonesia Aman Hadapi Krisis Global di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia
Mirae Asset Klarifikasi Angka Rp14,5 Triliun Usai Penggeledahan OJK dan BareskrimTerkait Dugaan Manipulasi
Mengapa 218 Jembatan Desa Jadi Sorotan Setelah Prabowo Resmikan Infrastruktur Pedesaan Dibangun TNI
Selat Hormuz Terancam Tertutup, Ekonom Peringatkan Dampak Lonjakan Harga Minyak Terhadap APBN