agribisnis

Indonesia Setop Impor Daging Babi Spanyol, Ini Strategi Cegah Wabah ASF dengan Mortalitas Hingga 100 Persen

Kamis, 8 Januari 2026 | 09:33 WIB
Ilustrasi, Peternak babi diminta meningkatkan biosekuriti kandang menyusul penghentian impor daging babi dari Spanyol akibat ancaman ASF. (Pixabay.com/tomwieden)

Kementerian Pertanian menyatakan penutupan impor dilakukan berbasis kajian ilmiah dan rekomendasi lembaga internasional.

Baca Juga: Belanja Naik, Pajak Turun: Defisit APBN 2025 Sentuh Rp560 Triliun per November

Biosekuriti Lemah Memperbesar Kerugian Peternak

Pengalaman sebelumnya menunjukkan lemahnya biosekuriti mempercepat penyebaran ASF di tingkat peternakan rakyat.

Kementerian Pertanian menegaskan larangan pakan sisa makanan dan kewajiban isolasi ternak baru.

Agung Suganda menyatakan pengawasan internal menjadi kunci selain kebijakan impor.

Baca Juga: 5 Titik Hilirisasi Nasional Siap Groundbreaking, Prabowo Subianto Tekankan Soal Dampak Ekonomi

Data Internasional Menguatkan Sikap Waspada Indonesia

Reuters melaporkan sejumlah negara Asia memperketat impor babi dari Eropa akibat ASF.

BBC menyebut pembatasan perdagangan menjadi strategi utama mencegah krisis pangan akibat wabah hewan.

FAO dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia menegaskan pencegahan dini lebih murah dibanding penanggulangan wabah.

Baca Juga: Prabowo Fokus Pascabencana, Pemerintah Optimistis Pasar Modal Indonesia Makin Melaju di 2026

Pemerintah menegaskan kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan data ilmiah terkini.****

Halaman:

Tags

Terkini