agribisnis

Produksi Beras 34,77 Juta Ton, Data 2025 Ungkap Kekuatan Baru Swasembada Pangan Indonesia

Jumat, 2 Januari 2026 | 07:18 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman . (Instagram.com @a.amran_sulaiman)

Langkah tersebut bertujuan mempercepat distribusi dan mempermudah akses petani terhadap pupuk subsidi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai deregulasi memperbaiki tata kelola pangan nasional.

Baca Juga: Sawit Dinilai Tak Cocok Di Jawa Barat, KDM Soroti 1.200 Kasus Banjir Dan Longsor Sepanjang 2024

Efisiensi distribusi pupuk berpengaruh langsung pada produktivitas petani.

Ekspor dan Jagung Perkuat Pendapatan Sektor Pertanian

Nilai ekspor sektor pertanian meningkat 38,25 persen sepanjang Januari–Agustus 2025 berdasarkan BPS.

Produksi jagung nasional mencapai 16,55 juta ton dan mendukung swasembada pakan ternak.

Baca Juga: Target Serap Beras 4 Juta Ton 2026, Stok Nasional Disebut yang Tertinggi Sejak Kemerdekaan

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi, menyebut diversifikasi komoditas memperluas sumber pendapatan petani.

“Jagung dan hortikultura menjadi penopang tambahan kesejahteraan petani,” ujarnya dalam rilis resmi.

Menatap 2026 dengan Data dan Evaluasi Kebijakan

Surplus beras nasional mencapai 3,33 juta ton pada semester I 2025 tanpa impor konsumsi.

Baca Juga: 1.000 Hektare Lahan Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal Sekotong, Polisi Bidik Pelaku Lintas Negara

FAO dan USDA mencatat Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi beras signifikan di Asia.

Konsistensi kebijakan, evaluasi data, dan keberpihakan pada petani menjadi kunci menjaga capaian 2026.****

Halaman:

Tags

Terkini