AGRO.24JAMNEWS.COM - Seberapa besar dampak bawang bombai ilegal terhadap harga pangan dan pendapatan petani jika lolos ke pasar domestik?
Mungkinkah satu praktik penyelundupan memicu kerugian ekonomi nasional dalam jangka panjang?
Bawang Bombai Ilegal Ancam Ketahanan Pangan Dan Petani
Kasus penyelundupan bawang bombai ilegal di Surabaya menyoroti ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.
Baca Juga: Romo FX Mudji Sutrisno Wafat di Usia 71 Tahun, Serikat Yesus Umumkan Misa Requiem Dua Hari
Kementerian Pertanian menyebut komoditas tersebut mengandung organisme pengganggu tumbuhan berbahaya yang berisiko menyebar luas di lahan pertanian.
Sebanyak 72 ton bawang bombai ilegal diamankan aparat kepolisian sebelum beredar di pasar domestik.
Ancaman Biologis Terhadap Produksi Nasional
Badan Karantina Pertanian mengidentifikasi empat organisme berbahaya yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman hortikultura nasional.
Baca Juga: Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025
Organisme tersebut mencakup nematoda daun, nematoda akar, serta dua jenis jamur patogen yang sulit dikendalikan di lapangan.
Penyebaran organisme ini dapat memicu gagal panen dan meningkatkan biaya produksi petani secara signifikan.
Penyelundupan dan Distorsi Harga Pasar
Kementerian Pertanian menilai masuknya bawang bombai ilegal juga berpotensi mendistorsi harga pasar dan merugikan petani dalam negeri.
Baca Juga: CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM
Komoditas ilegal biasanya dijual lebih murah karena menghindari bea masuk dan pengawasan karantina.
Kondisi ini dapat menekan harga bawang lokal dan menurunkan pendapatan petani nasional.