Per 2 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan bantuan kepada 17,370 juta penerima dari target 18,277 juta penerima.
Baca Juga: RKAB Jadi Penentu, PT Vale Indonesia Tbk Hentikan Aktivitas Tambang di Kuartal I-2026
Secara nasional, beras yang tersalurkan mencapai 347,4 ribu ton, sedangkan minyak goreng sebesar 69,4 juta liter.
Realisasi SPHP beras 2025 sendiri telah mencapai 802,9 ribu ton di seluruh wilayah Indonesia.
Harga Gabah dan Optimisme Produksi Beras
Ketut menegaskan stabilitas hulu tetap menjadi perhatian utama pemerintah dalam kebijakan perberasan.
Baca Juga: Prabowo Fokus Pascabencana, Pemerintah Optimistis Pasar Modal Indonesia Makin Melaju di 2026
Harga gabah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, yang dinilai menguntungkan produsen.
“Dengan harga seperti ini, tidak ada alasan petani tidak menanam,” kata Ketut.
Ia menilai kondisi tersebut memperkuat optimisme tercapainya swasembada beras pada 2026.
Baca Juga: Risiko Punah 53%: Alarm Keras bagi Masa Depan Macan Tutul Jawa
Komitmen Bapanas Berpihak Pada Petani
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan seluruh kebijakan pangan diarahkan untuk melindungi petani.
“Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah, dan petani harus sejahtera,” ujar Amran dalam keterangan resmi Bapanas.
Pemerintah menilai kombinasi stok kuat, intervensi terukur, dan harga gabah yang sehat menjadi fondasi ketahanan pangan nasional.****