ARGO 24 JAM - Bagaimana Indonesia menjadikan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan kesejahteraan sosial sekaligus ketahanan ekonomi di tengah tantangan global?
Apa langkah konkret pemerintah untuk memastikan keberlanjutan ekonomi dan keadilan sosial?
Tahun 2026: Momen Kekuatan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Terintegrasi
Memasuki tahun 2026, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa fokus pembangunan nasional bukan hanya pertumbuhan ekonomi semata.
Baca Juga: Perceraian Figur Publik: Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Sepakat Damai, Sidang Menjadi Efisien
Tetapi juga mewujudkan keadilan sosial dan ketahanan ekonomi secara bersamaan dengan strategi terukur.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa arah kebijakan 2026 menitikberatkan pada ketahanan pangan, energi, dan pembangunan masyarakat yang adil dan setara.
Delapan Program Prioritas Hasilkan Multiplikasi Ekonomi
Delapan program prioritas pemerintah yang terencana dengan alokasi Rp2.567,9 triliun telah disiapkan untuk menghadirkan dampak luas bagi masyarakat.
Baca Juga: Rekor Pertanian 2025: Produksi Beras Tertinggi, Stok 4 Juta Ton, dan Inflasi Pangan Tetap Terkendali
Program ini mencakup ketahanan pangan, kesehatan, perumahan, koperasi desa, UMKM, serta ketahanan energi dan pertahanan.
Alokasi tersebut diharapkan memberi efek ganda terhadap perekonomian.
Seperti peningkatan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, dan perluasan akses layanan dasar masyarakat.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Pantau Langsung 2 Gunung Api Aktif, Data Semeru 4 Letusan Per Jam Jadi Sorotan
Target Pertumbuhan Ekonomi Mendukung Capaian Keadilan Sosial
Pemerintah bersama DPR menyepakati target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 di kisaran 5,2–5,8 persen.
Hal ini diyakini dapat memberikan ruang untuk peningkatan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkecil kesenjangan sosial.
Artikel Terkait
72 Ton Bawang Bombai Ilegal Terungkap, 4 Organisme Berbahaya Ancam Produksi Pertanian Nasional
1.000 Hektare Lahan Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal Sekotong, Polisi Bidik Pelaku Lintas Negara
Target Serap Beras 4 Juta Ton 2026, Stok Nasional Disebut yang Tertinggi Sejak Kemerdekaan
Sawit Dinilai Tak Cocok Di Jawa Barat, KDM Soroti 1.200 Kasus Banjir Dan Longsor Sepanjang 2024
Harga Minyak Goreng Tembus Rp18.000 Saat Nataru, Mentan Tegaskan Produksi Tinggi Tak Alasan Naik
127 Gunung Api Aktif Indonesia, Bahlil Lahadalia Soroti Peran Pengamat Saat Semeru Meningkat
Jejak Wirastuty Fangiono, Dari Korporasi Sawit Hingga Masuk Daftar Orang Terkaya Forbes
Media Digital Bukan Sekadar Penyalur Berita: AMDI Dorong Orkestrasi Komunikasi Kebijakan Berbasis Data
Produksi Beras 34,77 Juta Ton, Data 2025 Ungkap Kekuatan Baru Swasembada Pangan Indonesia