ARGO 24 JAM - Apakah kenaikan produksi jagung 2025 cukup kuat menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah risiko iklim dan fluktuasi panen petani?
Seberapa jauh data resmi BPS mencerminkan kondisi riil di lapangan, serta apa implikasinya bagi ketahanan jagung nasional ke depan?
Produksi Jagung Nasional Tumbuh Signifikan Sepanjang Tahun 2025
Badan Pusat Statistik mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton atau naik 6,44 persen.
Baca Juga: Nikel RI Tembus Industri SpaceX Elon Musk, Sphere Masuk Smelter IMIP dengan Porsi 10 Persen
Kenaikan tersebut setara tambahan produksi sekitar 0,97 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024 berdasarkan penghitungan statistik resmi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menilai capaian itu mencerminkan perbaikan kinerja produksi jagung nasional.
“Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 0,97 juta ton dibandingkan Januari hingga Desember 2024,” ujar Pudji di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Dari Final ke Dibatalkan: Akuisisi Chip Emcore Terganjal Kebijakan Baru Presiden AS Donald Trump
Tren Produksi Jagung Menunjukkan Konsistensi Pertumbuhan Bulanan
BPS juga mencatat produksi jagung November 2025 mencapai 1,03 juta ton, lebih tinggi dibandingkan November 2024 sebesar 0,98 juta ton.
Menurut Pudji Ismartini, capaian bulanan tersebut menandakan tren produksi yang relatif lebih baik secara berkelanjutan.
Data ini memperkuat indikasi bahwa peningkatan produksi tidak bersifat temporer, melainkan didukung faktor budidaya dan luas panen.
Baca Juga: Belanja Naik, Pajak Turun: Defisit APBN 2025 Sentuh Rp560 Triliun per November
Proyeksi Produksi Akhir 2025 Hingga Awal 2026 Tetap Stabil
Untuk periode Desember 2025 hingga Februari 2026, BPS memproyeksikan potensi produksi jagung sebesar 4,22 juta ton.
Proyeksi tersebut meningkat 0,03 juta ton atau 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
6 Fakta Sidang Perceraian Atalia Praratya: Hadir Langsung, Tanpa Pihak Ketiga, Pisah Rumah 6 Bulan
Pemerintah Bentuk Dirjen Gakkum ESDM, Bahlil Janji Tindak Mafia Tambang Tanpa Pandang Bulu
Ekonomi Indonesia 2026 Didorong Investasi dan Konsumsi, Target Pertumbuhan Hingga 5,8 Persen
Risiko Punah 53%: Alarm Keras bagi Masa Depan Macan Tutul Jawa
Prabowo Fokus Pascabencana, Pemerintah Optimistis Pasar Modal Indonesia Makin Melaju di 2026
RKAB Jadi Penentu, PT Vale Indonesia Tbk Hentikan Aktivitas Tambang di Kuartal I-2026
5 Titik Hilirisasi Nasional Siap Groundbreaking, Prabowo Subianto Tekankan Soal Dampak Ekonomi
Dari Final ke Dibatalkan: Akuisisi Chip Emcore Terganjal Kebijakan Baru Presiden AS Donald Trump
Belanja Naik, Pajak Turun: Defisit APBN 2025 Sentuh Rp560 Triliun per November
Nikel RI Tembus Industri SpaceX Elon Musk, Sphere Masuk Smelter IMIP dengan Porsi 10 Persen