Wartawan dan Redaksi Menghadapi Penahanan Tanpa Proses Pengadilan Panjang
Dalam sembilan tahun pertama penerbitan, lima wartawan Indonesia Raya mengalami penahanan dengan durasi berbeda akibat pemberitaan sensitif.
Mochtar Lubis juga mengalami berbagai pemeriksaan serta penahanan panjang tanpa proses pengadilan formal selama masa konflik politik tersebut.
Wakil Pemimpin Redaksi Enggak Bahauddin juga sempat ditahan hampir satu tahun sebelum akhirnya dibebaskan tanpa syarat.
Indonesia Raya Dikenal Sebagai Pelopor Media Investigasi Indonesia Modern
Indonesia Raya dikenal sebagai muckraking paper atau media investigasi yang fokus mengungkap dugaan korupsi pejabat serta skandal lembaga negara.
Baca Juga: Trump Fokus Kesepakatan Nuklir Iran dan Pembukaan Selat Hormuz dallam Negosiasi Penghentian Konflik
Media ini bahkan berani mengkritik kebijakan Presiden Soekarno termasuk isu personal yang dianggap relevan dengan kepentingan publik.
Mochtar Lubis menyatakan komitmen medianya terhadap kebebasan berpendapat sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap cita-cita kemerdekaan Indonesia.****
Artikel Terkait
Tambang Emas Ilegal Sumut Digerebek, 17 Tersangka Ditangkap, Aparat Fokus Usut Aktor Intelektual Kasus PETI
Open House Prabowo Di Istana Negara Diserbu Warga, Ini Isi Bingkisan Lebaran yang Dibagikan Presiden
Penerimaan PPN Melonjak Tajam Tahun 2026, Ini Penjelasan Resmi Kementerian Keuangan Terbaru Hari Ini
Pasokan Minyak Terganggu Slovakia Siapkan Skema Harga BBM Ganda untuk Kendaraan Asing dan Lokal
KPK Ubah Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas, Ini Penjelasan Resmi dan Kritik Pengamat Antikorupsi
Trump Usul AS Ambil Uranium Iran dalam Kesepakatan Nuklir Baru Demi Cegah Senjata Nuklir Global
Reformasi Pajak Kembali Disorot DPR, Firman Soebagyo Tekankan Keadilan Fiskal untuk Masyarakat
Alasan KPK Alihkan Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah Sebelum Kembali Ke Rutan Jakarta
Bagaimana Pemerintah Menjaga Harga Pangan Tetap Stabil Saat Permintaan Naik Tajam di Hari Lebaran
Arah Baru Pembangunan Fokus Lapangan Kerja, Pendidikan, dan Energi Bersih di Era Prabowo Subianto