• Sabtu, 18 April 2026

Pajak Melonjak 30 Persen Awal 2026, Optimistis APBN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Tahun Ini

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Selasa, 24 Februari 2026 | 15:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja APBN 2026 yang menunjukkan pendapatan negara meningkat dan belanja pemerintah terakselerasi menjaga stabilitas ekonomi nasional.  (Instagram.com @Menkeuri)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja APBN 2026 yang menunjukkan pendapatan negara meningkat dan belanja pemerintah terakselerasi menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Instagram.com @Menkeuri)

AGRO 24 JAM  - Apakah lonjakan penerimaan pajak di awal tahun menandakan ekonomi Indonesia benar-benar menguat setelah berbagai tekanan global?

Bagaimana strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat ketika belanja negara meningkat tajam sejak awal tahun anggaran berjalan?

Lonjakan Penerimaan Pajak Jadi Indikator Aktivitas Ekonomi Semakin Meningkat

Realisasi APBN 2026 hingga Jumat (31/01/2026) memperlihatkan sinyal penguatan ekonomi melalui pertumbuhan penerimaan negara yang cukup solid.

Baca Juga: Rahasia Finansial Para Miliarder Terungkap, Hidup Hemat Jadi Kunci Pertumbuhan Kekayaan Berkelanjutan

Pendapatan negara tercatat Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,5 persen secara tahunan, ditopang lonjakan penerimaan pajak sebesar Rp116,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai peningkatan pajak 30,7 persen menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus efektivitas administrasi perpajakan pemerintah.

Menurutnya, sektor industri pengolahan dan perdagangan menjadi penyumbang utama pertumbuhan pajak yang mencerminkan meningkatnya produksi serta konsumsi domestik.

Baca Juga: Rencana ANTAM Masuk Tambang Rakyat Diawasi KPK, Tata Kelola dan Dampak Sosial Jadi Fokus Pemerintah

Pertumbuhan pajak awal tahun sering digunakan sebagai indikator awal arah pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang satu tahun fiskal berjalan.

Belanja Negara Agresif untuk Menopang Konsumsi dan Program Sosial

Realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun atau naik 25,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebagai strategi menjaga momentum ekonomi.

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan percepatan belanja difokuskan pada program prioritas pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat.

Baca Juga: Rencana ANTAM Masuk Tambang Rakyat Diawasi KPK, Tata Kelola dan Dampak Sosial Jadi Fokus Pemerintah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap anggaran Rp19,5 triliun pada Januari 2026, meningkat drastis dibandingkan Rp45 miliar pada periode Januari 2025.

Pemerintah juga mempercepat belanja pada revitalisasi sekolah, bantuan sosial, pembangunan irigasi, ketahanan pangan, dan pembayaran belanja pegawai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X