Baca Juga: Akumulasi Saham Barito oleh BlackRock hingga Dimensional Terungkap dalam Pembelian Saham
Ia menekankan bahwa skema risk sharing harus transparan dan terukur secara fiskal.
Penjaminan pemerintah yang terlalu luas berisiko membebani keuangan negara, semebaliknya, penjaminan yang minim membuat proyek tidak bankable bagi swasta.
Berdasarkan data PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, hingga 2025 baru sekitar 40 proyek yang memperoleh fasilitas penjaminan pemerintah.
Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan proyek strategis nasional, akibatnya, banyak proyek tertunda atau direstrukturisasi.
Kepastian Fiskal Jadi Kunci Masuknya Modal Swasta
Agus menegaskan penjaminan pemerintah harus disertai disiplin fiskal yang kuat.
Ia mengingatkan risiko fiskal tersembunyi dapat muncul jika proyek gagal memenuhi proyeksi.
Oleh karena itu, pemerintah perlu selektif dalam memberikan jaminan.
Baca Juga: Timothy Ronald Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan Kripto, Korban Didominasi Usia 18–27 Tahun
Ia menyarankan penguatan peran lembaga penjaminan dan standardisasi kontrak proyek.
Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang, selain itu, transparansi data proyek menjadi prasyarat utama.
Bank Dunia mencatat Indonesia masih berada di peringkat menengah dalam indeks kemudahan investasi infrastruktur.
Baca Juga: Pajak Tahun 2026 Ditargetkan Melonjak 23 Persen, Apindo Nilai Ruang Fiskal Kian Terbatas
Laporan tersebut menekankan pentingnya kepastian regulasi dan mitigasi risiko, rekomendasi ini sejalan dengan pandangan Agus Martowardojo.
Pandangan Ekonom Perkuat Kekhawatiran Investor Global
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dalam berbagai forum juga menyoroti ketidakpastian hukum dan birokrasi.
Artikel Terkait
Tarif Listrik Awal 2026 Stabil, ESDM Prioritaskan Daya Beli dan Kepastian Usaha
Miliarder Teknologi Elon Musk di Puncak Dunia: Hartanya Setara dengan PDB Negara Maju
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang
Obligasi Dolar AS Indonesia Raih BBB dari Fitch, Ini Faktor ESG dan Risiko Penurunan Peringkat
Pelita Air Service Rugi Puluhan Juta Dolar AS, CBA Mendorong Perombakan Manajemen
Krisis Lingkungan Kalimantan Selatan: Mahasiswa Nilai Banjir Akibat Tata Kelola SDA Bermasalah
Daya Beli Melemah, Apindo Soroti Tantangan Kejar Target Pajak Tahuj 2026 Rp 2.357,7 Triliun
Dugaan Kasus Kripto Timothy Ronald: Dari Influencer Finansial ke Laporan Kerugian Miliaran
Wirastuty Fangiono Masuk Forbes 2025, Konglomerat Perempuan Termuda Berharta 1,4 Miliar Dolar AS
Kementerian Kehutanan Sita 1 Juta Hektar PBPH, 23 Subjek Hukum Disidik Pascabanjir Sumatera