• Sabtu, 18 April 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Tak Inklusif: Sektor Padat Modal Dominasi, Tenaga Kerja Tersisih

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Selasa, 13 Januari 2026 | 11:50 WIB
Ilustrasi, Pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil, namun penciptaan lapangan kerja formal belum sejalan dengan laju PDB nasional.   (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi, Pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil, namun penciptaan lapangan kerja formal belum sejalan dengan laju PDB nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

“Pada awal 2010-an, satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap hampir dua kali lipat tenaga kerja dibandingkan sekarang,” ujar Amalia.

Baca Juga: 16 Proyek Indonesia – Tiongkok Senilai Rp 36,4 Triliun Disiapkan Perkuat Industri dan Lapangan Kerja

Penurunan elastisitas ini menandakan pertumbuhan ekonomi tidak lagi sejalan dengan penciptaan lapangan kerja.

Bonus Demografi Terhambat Tingginya Pengangguran Usia Muda

BPS mencatat tingkat pengangguran usia 15–24 tahun masih berada di kisaran 16% hingga 17%.

Kondisi tersebut dinilai menghambat pemanfaatan bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga 2035.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ratas di Hambalang Ungkap Arah Baru Industri Nasional, Investasi Dolar AS 6 Miliar

Sttruktur industri nasional belum cukup kuat menyerap tenaga kerja muda, terutama lulusan baru.

Negara ASEAN lain seperti Vietnam dan Thailand lebih agresif mengembangkan manufaktur ekspor padat karya.

Dominasi Sektor Informal Menurunkan Kualitas Kesejahteraan

BPS mencatat lebih dari 59% tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal.

Baca Juga: SPHP Beras 2025 Berlanjut ke Januari 2026, Pemerintah Amankan Harga dengan Sisa 697 Ribu Ton

Pekerja informal secara statistik tidak tergolong pengangguran, namun rentan terhadap ketidakpastian pendapatan, dominasi sektor informal menekan kualitas kesejahteraan nasional.

Masalahnya bukan hanya bekerja atau tidak, tetapi apakah pekerjaan tersebut layak dan berkelanjutan atau tidak.

Pemerintah dinilai perlu mengarahkan investasi ke sektor padat karya dan memperkuat link and match pendidikan dengan industri.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X