Belanja Negara Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Fiskal
Di sisi lain, belanja negara justru meningkat dan mencapai Rp2.911,8 triliun atau 82,5% dari pagu anggaran.
Lonjakan belanja ini memperlebar jarak antara pendapatan dan pengeluaran negara.
Purbaya menegaskan belanja tersebut didorong oleh kebutuhan menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.
Namun, kombinasi belanja tinggi dan penerimaan lemah membuat ruang fiskal kian sempit.
Baca Juga: Target Ekonomi Indonesia 2026: Pertumbuhan 5,2–5,8 Persen dengan Investasi Rp7.500 Triliun
Pemerintah Klaim Defisit Tetap dalam Batas Aman Undang Undang
Meski melebar, pemerintah memastikan defisit APBN 2025 tidak akan melanggar batas maksimal 3% PDB sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.
Purbaya menyebut komunikasi intensif terus dilakukan dengan DPR.
“Kami pastikan defisit tetap dijaga di bawah tiga persen, sesuai aturan yang berlaku,” kata Purbaya.
Baca Juga: Langkah Tegas Bahlil: Dirjen Gakkum ESDM Dibentuk, Tambang Ilegal dan Subsidi Bocor Dibidik
Ia juga mengakui adanya ketidaksinkronan kebijakan fiskal dan moneter pada awal tahun.
Pemerintah kini mengklaim koordinasi dengan bank sentral telah diperbaiki.
Optimisme Pemulihan Datang di Akhir Tahun
Menurut Purbaya, perbaikan koordinasi mulai berdampak pada aktivitas ekonomi sejak Desember 2025.
Namun, pemerintah belum merinci seberapa kuat pemulihan tersebut mampu menutup tekanan fiskal.
Artikel Terkait
127 Gunung Api Aktif Indonesia, Bahlil Lahadalia Soroti Peran Pengamat Saat Semeru Meningkat
Jejak Wirastuty Fangiono, Dari Korporasi Sawit Hingga Masuk Daftar Orang Terkaya Forbes
Media Digital Bukan Sekadar Penyalur Berita: AMDI Dorong Orkestrasi Komunikasi Kebijakan Berbasis Data
Produksi Beras 34,77 Juta Ton, Data 2025 Ungkap Kekuatan Baru Swasembada Pangan Indonesia
6 Fakta Sidang Perceraian Atalia Praratya: Hadir Langsung, Tanpa Pihak Ketiga, Pisah Rumah 6 Bulan
Pemerintah Bentuk Dirjen Gakkum ESDM, Bahlil Janji Tindak Mafia Tambang Tanpa Pandang Bulu
Ekonomi Indonesia 2026 Didorong Investasi dan Konsumsi, Target Pertumbuhan Hingga 5,8 Persen
Risiko Punah 53%: Alarm Keras bagi Masa Depan Macan Tutul Jawa
Prabowo Fokus Pascabencana, Pemerintah Optimistis Pasar Modal Indonesia Makin Melaju di 2026
RKAB Jadi Penentu, PT Vale Indonesia Tbk Hentikan Aktivitas Tambang di Kuartal I-2026