Ia berharap pemerintah daerah, korporasi tambang, dan masyarakat dapat membuka dialog terbuka agar pembangunan ekonomi tidak meninggalkan persoalan sosial baru.
Bagi banyak warga Pesanggaran, masa depan Tumpang Pitu kini menjadi simbol pertanyaan besar tentang bagaimana sumber daya alam dikelola secara adil dan berkelanjutan.****
Artikel Terkait
Peningkatan Logam Perak Sedimen Laut China Selatan Jadi Indikator Baru Dampak dari Pemanasan Global
Ekonom PEPS Ungkap Penurunan Kapasitas Fiskal Indonesia Sejak 2008, Risiko Ekonomi Nasional Meningkat
Mengapa Richard Lee Ditahan Polisi dalam Kasus Skincare, Ini Fakta Penyidikan Polda Metro Jaya
Kebijakan Likuiditas Rp100 Triliun Jadi Strategi Jaga Stabilitas Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Purbaya Ingatkan Batas Defisit APBN Saat Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dibahas Implementasinya
Jusuf Kalla Sebut MBG, Alutsista, dan Koperasi Penting, Namun Pemerintah Tetap Harus Tentukan Prioritas
Mentan Amran Ungkap Cadangan Beras Cukup 324 Hari Meski Ancaman Kekeringan dan Geopolitik Global
Stok Beras Aman Hampir Setahun, Pemerintah Jalankan Pompanisasi Lahan Pertanian Jutaan Hektare
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Indonesia Aman Hadapi Krisis Global di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia
Mengapa 218 Jembatan Desa Jadi Sorotan Setelah Prabowo Resmikan Infrastruktur Pedesaan Dibangun TNI